JOMBANG - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan Muktamar ke-35 menjadi momentum untuk memperkuat negara bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu diungkapkan, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kamis (27/8).
Gus Yahya menyebut sekitar 2.323 peserta menjadi delegasi resmi yang mengikuti forum muktamar. Di luar peserta resmi tersebut, puluhan ribu warga Nahdliyin turut hadir untuk memeriahkan pelaksanaan muktamar.
Menurut dia, besarnya jumlah warga NU sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi organisasi. Karena itu, NU ke depan harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memperkuat kerja sama dengan pemerintah.
Baca Juga: Dibuka Prabowo, Gus Ipul Ungkap Muktamar NU ke-35 di Jombang Dikawal Teknologi Canggih Buatan Santri
"NU harus mampu menjadi penyangga yang menyumbang kelancaran penghantaran berbagai macam agenda dan program pemerintah agar sungguh-sungguh sampai kepada rakyat," kata Gus Yahya.
Dia menegaskan, NU tidak hanya berperan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam memperkuat kehidupan masyarakat dan bangsa.
Yahya mengutip pemikiran KH Hasyim Asy'ari mengenai prinsip ta'awun atau tolong-menolong sebagai salah satu dasar kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, semangat tersebut harus dikembangkan bukan hanya di kalangan warga NU, tetapi bersama seluruh elemen bangsa.
"Mari memperkuat bangsa yang kita cintai ini dengan ta'awun, tolong-menolong di antara warga, bukan hanya warga Nahdlatul Ulama saja, tapi bersama segenap warga bangsa yang kita cintai," tandasnya (ang).
Editor : Anggi Fridianto