JOMBANG – Persiapan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, memasuki tahap akhir.
Hingga H-2 pelaksanaan, kesiapan panitia lokal mencapai lebih dari 90 persen.
Pantauan di lokasi, Selasa (25/8), venue pembukaan di Lapangan Untung Suropati, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, tampak hampir rampung.
Videotron berukuran besar telah terpasang di sejumlah titik. Area depan yang sebelumnya terdapat ruko juga telah disulap menjadi bagian dari venue pembukaan.
Videotron tersebut bahkan menutupi tiang listrik yang menghadap ke jalan provinsi, tepatnya Jalan KH Wahab Chasbullah.
Di dalam venue, sejumlah pendingin ruangan atau AC telah terpasang.
Beberapa panitia terlihat masih sibuk menyelesaikan dekorasi dan berbagai pernak-pernik pendukung.
Baca Juga: Mengintip Penginapan Muktamirin di MAUWH Jombang, Dilengkapi AC Hingga 14 Kamar Mandi
Sementara deretan kursi peserta hingga kemarin belum terpasang.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), mengatakan pekerjaan yang tersisa kini difokuskan pada penataan serta pembenahan sejumlah bagian venue.
”Secara akumulasi saat ini kita sudah 90 persen lebih. Sisanya tinggal nanti penataan-penataan yang dirasa perlu ada pembenahan. Kita akan mengikuti,’’ ujar dia.
Terkait kursi, Gus Rozaq memastikan pemasangan mulai dilakukan Selasa (25/8). Menurutnya, progres persiapan terus berjalan dari waktu ke waktu.
”Tempat duduk mulai kita tata Selasa," pungkasnya.
Selain venue pembukaan, panitia juga telah menyiapkan sejumlah lokasi untuk menunjang seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU. Lokasi tersebut meliputi tempat penginapan muktamirin, ruang persidangan, hingga venue pembukaan.
Seluruh venue tersebar di sembilan tower di kawasan PPBU. Fasilitas yang digunakan antara lain gedung madrasah, universitas, asrama, Gedung Serbaguna (GSG) KH Hisbullah Said, serta Lapangan Untung Suropati.
Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Digelar di Jombang, Begini Skema KBM Siswa Selama 26-27 Agustus 2026
Untuk mendukung mobilitas peserta, panitia juga menyediakan layanan transportasi gratis. Sedikitnya 50 unit Toyota Innova Reborn disiapkan sebagai armada selama lima hari pelaksanaan muktamar.
Jumlah armada tersebut masih berpotensi bertambah karena panitia membuka dukungan kendaraan dari kalangan alumni.
Penyediaan armada dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
”Jumlahnya diperkirakan mencapai 3.000 orang peserta aktif. Juga nanti ada tambahan 500 orang rombongan dari PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama). Jadi totalnya sekitar 3.500 orang," pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto