JOMBANG – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Bandarkedungmulyo tersendat.
Dari 11 desa, delapan desa belum bisa memulai pembangunan hingga akhir Agustus.
Tiga desa sudah menuntaskan bangunan, namun baru satu yang beroperasi.
Camat Bandarkedungmulyo Hariyanto menyebut, di wilayahnya baru tiga desa yang sudah rampung 100 persen pembangunan gerai KDKMP. Yakni Desa Gondangmanis, Mojokambang, dan Kayen sudah rampung 100 persen.
“Dari tiga gerai yang tuntas, baru Gondangmanis beroperasi. Kayen dan Mojokambang belum,” katanya.
Sementara delapan desa lainnya masih mandek. Kendala berbeda-beda, mulai pengurukan lahan di Brodot dan Bandarkedungmulyo, menunggu pelepasan aset pendidikan di Pucangsimo, hingga rencana pemanfaatan aset desa di Banjarsari dan Brangkal.
Baca Juga: Pembangunan Gerai KDKMP di Jombang Tertahan, Portal PT Agrinas Ditutup
Desa Tinggar berencana memakai eks Pustu, sedangkan Barongsawahan dan Karangdagangan masih menunggu izin pemanfaatan aset kabupaten serta proses pengurukan.
Kondisi serupa terjadi di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben. Meski bangunan gerai selesai, belum ada peluncuran resmi. Kades Suharto menyebut fasilitas baru berupa rak dan AC, sementara perlengkapan lain belum lengkap.
“Kelihatannya menunggu komplet dahulu baru di-launching,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Jombang mencatat, dari 306 desa/kelurahan, 211 gerai KDKMP selesai dibangun. Namun baru 80 gerai beroperasi. Sisanya, 95 desa belum bisa membangun karena terkendala lahan. Sebanyak 28 desa sudah menyiapkan, 30 desa terkendala pengurukan, 17 desa belum punya lahan, dan 20 desa masih mengajukan penggunaan aset pemerintah daerah, provinsi, maupun BUMN. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto