Rehabilitasi Bendung Jatimlerek Jombang Terkendala Anggaran, Pemasangan Kisdam Belum Dimulai

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:38 WIB
BELUM RAMPUNG: Warga melihat pekerjaan saluran pengelak proyek rehab Bendung Jatimlerek di sisi selatan atau Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.
BELUM RAMPUNG: Warga melihat pekerjaan saluran pengelak proyek rehab Bendung Jatimlerek di sisi selatan atau Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

 

JOMBANG – Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang hingga mendekati akhir Agustus belum masuk tahap pemasangan kisdam atau bendungan sementara. Pergeseran anggaran akibat efisiensi pemerintah pusat membuat tahapan pekerjaan harus disesuaikan.

Alokasi anggaran 2026 turun dari Rp 120 miliar menjadi Rp 50 miliar.

Kepala Dinas PUPR Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, kondisi irigasi saat ini masih aman. Jika muncul persoalan terkait irigasi, pihaknya akan memfasilitasi penyelesaian dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

’’Jadi untuk irigasi sudah aman. Terkecuali ada masalah kami memfasilitasi ke BBWS Brantas,’’ katanya.

Namun, terkait progres rehabilitasi Bendung Jatimlerek, Sultoni mengaku tidak menerima laporan resmi mengenai perkembangan proyek tersebut. ’’Untuk proyeknya tidak pernah tahu progres dan sebagainya, tidak ada laporan resmi,’’ ujarnya.

Sultoni menjelaskan, pekerjaan kisdam belum dimulai. Berdasarkan informasi yang diterima, pekerjaan tahun ini masih difokuskan pada pembuatan saluran pengelak di sisi selatan Sungai Brantas, tepatnya Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Saluran pengelak tersebut menjadi tahapan awal sebelum pekerjaan utama bendung. Setelah selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan kisdam di bagian hulu bendung. Setelah area kerja terlindungi, barulah pembongkaran dan pekerjaan utama bendung dilakukan.

Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan PMI di Taiwan, Bekali Keterampilan Wirausaha hingga Beautypreneur

’’Ketika selesai baru memasang kisdam di hulu bendung lama, ketika sudah ter-cover kisdam baru pembongkaran dan pengerjaan utama bendung. Skema seperti itu,’’ jelasnya.

Mengenai waktu pemasangan kisdam, Sultoni belum dapat memastikan. Salah satu faktornya adalah perubahan alokasi anggaran proyek.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek merupakan kontrak tahun jamak (multiyears contract/MYC) senilai Rp 268 miliar yang didanai APBN. Akibat efisiensi anggaran pemerintah pusat, alokasi 2026 dipangkas dari semula Rp 120 miliar menjadi Rp 50 miliar, sedangkan anggaran 2027 naik menjadi Rp 210 miliar.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa BBWS Brantas Agung Purnayudha sebelumnya menyebut pihaknya masih menghitung dampak pergeseran anggaran terhadap pembangunan kisdam yang semula ditargetkan rampung pada September–Oktober tahun ini. BBWS Brantas juga tengah menyusun strategi agar tahapan tersebut tetap berjalan sehingga target penyelesaian proyek pada 4 Desember 2027 tidak bergeser. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
bendung jatimlerek proyek jombang Jatimlerek Jombang kisdam Bendung Jatimlerek anggaran Jatimlerek