JOMBANG – Sebanyak 200 becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto diserahkan kepada abang becak di Kabupaten Jombang, Senin (24/8).
Becak tersebut disiapkan untuk mendukung mobilitas muktamirin selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Penyerahan simbolis dilakukan Bupati Jombang Warsubi di Pendapa Kabupaten, didampingi Ketua Panlok Muktamar KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq) dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) selaku penyalur bantuan.
Warsubi menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat untuk meringankan beban abang becak sekaligus menunjang kelancaran Muktamar.
”Alhamdulillah hari ini kita menyerahkan bantuan becak elektrik dari Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada abang becak di Jombang sejumlah 200 becak,” katanya.
Becak listrik akan digunakan mengantar muktamirin ke sejumlah titik yang ditentukan panitia. Warsubi berpesan agar penerima berhati-hati mengoperasikan kendaraan dan merawatnya dengan baik. Becak bantuan itu juga dilarang dijual maupun digadaikan.
”Tidak boleh dijual, tidak boleh digadaikan, dirawat dengan baik,” tegasnya.
Selama empat hari Muktamar, tiap abang becak mendapat kompensasi Rp 150 ribu per hari atau total Rp 600 ribu, namun dilarang memungut ongkos dari muktamirin yang diantar.
”Tidak boleh memungut, tidak boleh meminta ongkos. Kalau dikasih hadiah ya tidak apa-apa diterima. Tapi tidak boleh meminta,” jelas Warsubi.
Baca Juga: Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam Selama Muktamar NU ke-35, Ini Alasan Tebuireng
Dengan tambahan ini, total becak listrik yang disalurkan di Jombang mencapai 360 unit. Sebelumnya 60 unit lewat GSN dan 100 unit oleh Wabup Salmanudin Yazid (Gus Salman).
Gus Rozaq menyambut baik bantuan tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat bergembira sekali dan berterima kasih kepada Presiden Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan 200 becak kepada teman-teman abang becak Jombang. Ini untuk men-support kegiatan muktamar nanti,” ujarnya.
Sebanyak 200 abang becak yang telah siap akan diregistrasi dan ditempatkan di empat titik.
Antara lain perempatan Sambongdukuh, kawasan Tembelang sebagai titik turun peserta menuju venue utama, Pertigaan Pulorejo, dan satu titik lain. Jarak layanan relatif dekat, terjauh sekitar satu kilometer.
Petugas tidak bertugas penuh 24 jam, melainkan bergantian sesuai kebutuhan. ”Nanti kita bagi. Insya Allah yang pertama itu ketika pas pembukaan ini yang paling krusial,” ujarnya.
Gus Rozaq turut mengapresiasi kontribusi Bupati Warsubi selama masa persiapan.
”Terima kasih juga kepada Bapak Bupati Jombang yang telah berkontribusi sehingga kami panitia lokal mampu menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan,” tandasnya.
Soal kesiapan panitia lokal, Gus Rozaq menyebut progres telah mencapai 90 persen, dengan sisanya difokuskan pada penataan, termasuk tempat duduk, jelang pelaksanaan. ”Sepuluh persen ini tinggal penataan-penataan yang dirasa perlu ada pembenahan. Tempat duduk besok mulai kita tata,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto