Makam Gus Dur Dibuka 24 Jam Selama Muktamar NU ke-35, Ini Alasan Tebuireng

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:08 WIB
Ribuan peziarah memadati makam Gus Dur di kawasan Ponpes Tebuireng, Minggu (16/2).
Ribuan peziarah memadati makam Gus Dur di kawasan Ponpes Tebuireng, Minggu (16/2).

 

JOMBANG – Akses ziarah ke makam Gus Dur, para masyayikh, dan muassis Pesantren Tebuireng dibuka 24 jam nonstop selama pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 27–30 Agustus.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan muktamirin dan nahdliyin dari berbagai daerah yang diperkirakan berziarah ke Tebuireng.

Pengasuh Pondok Putri Tebuireng KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) mengatakan, hampir seluruh muktamirin maupun rombongan nahdliyin yang datang ke Jombang diperkirakan menyempatkan diri berziarah ke makam para pendiri NU.

 Terutama makam Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. ’’Hampir dipastikan para muktamirin, baik yang resmi maupun rombongan, akan berziarah ke makam para pendiri, terutama Hadratussyekh KH Hasyim,” ujarnya.

Menurut Gus Fahmi, akses ziarah dibuka selama 24 jam agar peziarah bisa datang secara bergantian. Dengan begitu, penumpukan di kompleks makam dapat diminimalkan.

 ’’Moga-moga tidak ada perubahan, sehingga 24 jam itu para peziarah bisa datang silih berganti. Nah, agar tidak terjadi penumpukan,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Mudir V Bidang Pendidikan Formal Pesantren Tebuireng KH Achmad Roziqi mengatakan, pihaknya turut mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dengan membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh bagi para muktamirin.

Baca Juga: Wushu Jombang Borong 8 Medali di Citra Satria Cup 2026, 2 Emas Dibawa Pulang

 ’’Kami membuka akses makam Pesantren Tebuireng secara penuh karena kami hendak menghormati para muktamirin yang hendak berziarah ke Tebuireng,’’ katanya.

Keputusan membuka akses 24 jam juga mempertimbangkan kemungkinan gelombang besar nahdliyin dari berbagai wilayah Indonesia. Mereka diperkirakan datang untuk berziarah kepada para muassis serta masyayikh Pesantren Tebuireng.

’’Oleh karena itu, insyaallah selama muktamar nanti ziarah akan dibuka 24 jam. Tidak ada waktu yang dilarang untuk berziarah,’’ ungkapnya.

Meski dibuka sepanjang waktu, pengelola pesantren tetap menyiapkan pengaturan arus peziarah. Akses masuk menuju kompleks makam kemungkinan diarahkan melalui pintu belakang. Langkah tersebut untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun peziarah di sekitar pesantren.

Pengaturan juga diharapkan tidak mengganggu aktivitas warga dan kegiatan santri. ’’Tentu nanti akan ditata lebih detail terkait masuknya lewat mana dan seterusnya. Kemungkinan masuknya tetap lewat belakang,’’ jelasnya.

Selain pengaturan akses, Pesantren Tebuireng menyiagakan petugas keamanan selama 24 jam. Petugas akan berjaga secara bergantian untuk mengatur arus kedatangan peziarah dan memastikan proses ziarah berjalan lancar. ’’Kami akan menata dan menyusun lagi bagaimana detailnya untuk kedatangan para peziarah ke Pesantren Tebuireng.

Di antaranya nanti akan kami kerahkan sekuriti yang akan 24 jam bergantian untuk menjaga kelancaran para peziarah yang hadir di Tebuireng,’’ pungkasnya. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU Jombang Gus Dur ziarah tebuireng