JOMBANG – Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), meminta seluruh panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjaga netralitas dalam menjalankan tugas.
Panitia diminta tidak berpihak kepada kandidat tertentu dalam proses muktamar.
”Ada indikator-indikator yang menunjukkan keberpihakan dari panitia-panitia muktamar tentang proses-proses ini, walaupun itu perlu divalidasi.
Tapi saya kira itu bukan hal yang rahasia lagi, karena hari ini semua informasi terbuka,’’ kata Gus Salam, Rabu (19/8)
Menurutnya, tugas utama panitia muktamar adalah menyiapkan kebutuhan teknis.
Mulai infrastruktur hingga akomodasi peserta.
Baca Juga: Bupati Warsubi Cek Venue Muktamar NU Jombang, 80 Bilik Toilet Disiapkan Sambut Presiden Prabowo
Karena itu, panitia harus bekerja secara objektif, transparan, dan tidak membawa kepentingan pribadi maupun kelompok.
Di sisi lain, Gus Salam memberikan apresiasi terhadap kinerja Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas.
Apresiasi itu disampaikan setelah pihaknya bersilaturahim dengan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas sekaligus Ketua Panlok, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Rozaq menyampaikan bahwa persiapan muktamar telah mencapai 90 persen.
Meliputi akomodasi dan berbagai kebutuhan pendukung pelaksanaan muktamar.
Gus Salam menilai sikap Gus Rozaq yang mengarahkan keluarga besar Tambakberas untuk tidak terlibat dalam dukungan terhadap kandidat tertentu patut menjadi teladan.
’’Gus Rozaq juga meminta kepada semua keluarga besar Tambakberas untuk tidak ikut menjadi pendukung atau tim suksesnya para kandidat.
Saya kira itu teladan yang sangat baik, dan harusnya ini juga dicontoh oleh panitia muktamar di tingkat PBNU,’’ ungkapnya.
Gus Salam berharap sikap netral tersebut juga diterapkan panitia pusat.
Baca Juga: Pemkab Jombang Janji Bangunkan Lagi Ruko yang Dibongkar Imbas Perluas Akses Muktamar NU
Dia menyayangkan jika terdapat indikasi keberpihakan dalam proses muktamar karena dapat mengganggu suasana serta kehormatan organisasi.
Dia mengajak seluruh pihak mengembalikan pelaksanaan muktamar pada semangat kebersamaan serta menjaga kedaulatan dan martabat NU.
’’Ayolah kita kembali kepada semangat muktamar, semangat menjaga, merawat kedaulatan, marwah, dan martabat Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua,’’ jelasnya.
(ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto