Selasa (18/8), saya mengikuti pelajaran Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) di MTs Darul Hikmah Beji, Kecamatan Jogoroto.
Hj Siti Fatimah MPd (Bu Fatim) menjelaskan penyebaran agama Islam di Indonesia.
’’Para wali mengajarkan Islam kepada masyarakat non-Islam dengan cara yang baik dan penuh kepedulian,’’ tuturnya.
Salah satunya dengan membantu orang kurang mampu.
Seperti memberikan sedekah atau sembako.
Para wali juga menggunakan pendekatan budaya dan tradisi yang dekat dengan masyarakat.
Setiap tahun, para wali membuat pertunjukan wayang atau acara makan-makan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk berkumpul dan menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat..
Para wali tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membantu masyarakat dan menggunakan pendekatan yang mudah diterima oleh lingkungan sekitar.
Baca Juga: Belajar dari Ta’limul Muta’allim, Ini Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Kepala MTs Darul Hikmah
Pembelajaran Aswaja ini memberikan pengetahuan bahwa perjalanan penyebaran agama Islam di Indonesia memiliki sejarah yang panjang.
Peran para wali dalam mengenalkan Islam kepada masyarakat dilakukan melalui pendekatan sosial, budaya, dan kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dakwah para wali benar-benar mengamalkan Quran Surat Annahl 125; Ajaklah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.
Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
Oleh: Irli Arba'in Naura Azkiya
Murid: MTs Darul Hikmah Beji Jogoroto.
Editor : Anggi Fridianto