Santri As-Salafiyyah Jombang Dilatih Podcastpreneurship, Disiapkan Jadi Kreator Dakwah Digital

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:34 WIB
EDUKATIF: Santri Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah, Tambakberas Barat, Jombang, mendapat pelatihan Podcastpreneurship, 10–13 Agustus 2026.
EDUKATIF: Santri Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah, Tambakberas Barat, Jombang, mendapat pelatihan Podcastpreneurship, 10–13 Agustus 2026.

 

JOMBANG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) melaksanakan pelatihan Podcastpreneurship Berbasis Digital bagi santri Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah, Tambakberas Barat, Jombang.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari kegiatan dalam rentang 10–13 Agustus 2026 di Aula Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi dan Kepemimpinan Santri melalui Program Podcastpreneurship Berbasis Digital di Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah.”

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan santri dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, terutama melalui podcast sebagai media dakwah, edukasi, komunikasi publik, sekaligus pengembangan ekonomi kreatif berbasis pesantren.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus dosen UNWAHA, Dr. H.M. Syafiuddin S., mengatakan perkembangan teknologi digital membuka ruang yang luas bagi santri untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan komunikasi.

uBaca Juga: Tim PKM Unwaha Jombang Tingkatkan Keterampilan Guru SLB Cendekia Kabuh lewat Pelatihan AR

“Podcast tidak hanya menjadi media untuk menyampaikan dakwah, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi santri untuk belajar berkomunikasi, berkarya, membangun kreativitas, dan mengenal peluang ekonomi kreatif di era digital,” ujarnya.

Menurut dia, pesantren memiliki potensi besar untuk mengembangkan media digital karena santri telah memiliki tradisi belajar, berdiskusi, menyampaikan gagasan, serta berkomunikasi secara langsung.

“Potensi tersebut perlu diarahkan agar tidak hanya berlangsung secara konvensional, tetapi juga dapat dikemas dalam bentuk konten digital yang menarik dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” jelasnya.

Baca Juga: Tim PKM Unwaha Jombang Tingkatkan Keterampilan Guru SLB Cendekia Kabuh lewat Pelatihan AR

Tiga Hari Belajar Produksi Podcast

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap agar santri tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung.

Pada tahap awal, santri diperkenalkan dengan podcast dan berbagai peluang pemanfaatannya.

Peserta belajar menentukan tema, merencanakan konten, menyusun alur pembicaraan, serta memahami peran host dan narasumber dalam sebuah podcast.

Tahap berikutnya difokuskan pada praktik produksi.

Baca Juga: Tim PKM UNWAHA Jombang Dukung Ketahanan Pangan, Begini Kiatnya

Santri belajar menggunakan perangkat podcast, melakukan perekaman audio, berbicara di depan mikrofon, serta mempraktikkan komunikasi yang menarik dan sesuai dengan karakter pesantren.

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan proses editing dan pengelolaan hasil rekaman.

Santri belajar bagaimana menyiapkan konten agar lebih layak dipublikasikan melalui platform digital.

Podcast untuk Dakwah dan Kreativitas Santri

Podcast dipilih karena sesuai dengan tradisi komunikasi lisan yang telah berkembang di pesantren.

Santri terbiasa mengikuti pengajian, diskusi keagamaan, ceramah, dan kegiatan organisasi yang melatih kemampuan berbicara di depan publik.

Melalui podcast, kemampuan tersebut dapat dikembangkan menjadi konten digital yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

Tema yang dapat dikembangkan tidak hanya berkaitan dengan dakwah, tetapi juga pendidikan, kehidupan santri, kepemimpinan, literasi digital, hingga kewirausahaan.

Pelatihan ini sekaligus mendorong perubahan cara pandang santri terhadap teknologi.

Perangkat digital tidak hanya digunakan untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Belajar Manajemen Media Digital

Selain keterampilan produksi, santri juga mendapatkan penguatan mengenai podcastpreneurship dan manajemen media digital.

Peserta dikenalkan dengan pembagian tugas dalam tim produksi, mulai dari perencana konten, host, operator, editor, pengelola publikasi, hingga dokumentasi.

Santri juga belajar mengenai penyusunan jadwal produksi, pengarsipan konten, branding, distribusi, serta promosi melalui media sosial.

Pembagian kerja tersebut diharapkan dapat membantu santri mengelola podcast secara lebih terstruktur dan tidak berhenti setelah kegiatan pelatihan selesai.

Menuju Unit Media Digital Santri

Rangkaian pelatihan selama tiga hari tersebut juga menjadi langkah awal dalam penguatan Unit Media Digital Santri Berbasis Podcast di Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah.

Unit media diharapkan menjadi wadah bagi santri untuk melanjutkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan.

Melalui pembagian peran dan alur kerja yang lebih jelas, santri diarahkan agar mampu menghasilkan konten podcast secara mandiri dan terjadwal.

Keberadaan unit media juga diharapkan dapat memperkuat dakwah dan branding pesantren melalui ruang digital.

Dr. H.M. Syafiuddin S. menambahkan, keberlanjutan menjadi bagian penting dari program tersebut.

Menurutnya, pelatihan tidak cukup hanya menghasilkan kemampuan teknis, tetapi perlu dilanjutkan dengan praktik dan pengelolaan media secara konsisten.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh santri tidak berhenti pada pelatihan.

Santri dapat membangun tim media, memproduksi konten secara rutin, dan menjadikan podcast sebagai bagian dari aktivitas dakwah serta pengembangan kreativitas mereka,” katanya.

Menguatkan Kepemimpinan Digital Santri

Program podcastpreneurship tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis.

Dalam proses produksi podcast, santri belajar bekerja dalam tim, membagi tanggung jawab, berkomunikasi, menyusun perencanaan, dan menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan santri di era digital.

Melalui kegiatan ini, santri diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi berkembang menjadi kreator, komunikator, dan pengelola media digital yang mampu menghadirkan nilai-nilai pesantren kepada masyarakat.

Program podcastpreneurship menjadi salah satu upaya mempertemukan tradisi dakwah pesantren dengan perkembangan teknologi.

Podcast diharapkan berkembang sebagai media pembelajaran, dakwah, penguatan kepemimpinan, branding pesantren, sekaligus ruang awal pengembangan ekonomi kreatif santri secara berkelanjutan. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
Podcastpreneurship Pesantren Digital santri Jombang Unwaha Ekonomi Kreatif