JOMBANG – RSUD Jombang meluncurkan batik seragam baru bertepatan dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di halaman rumah sakit, Senin (17/8).
Batik bermotif Ngesti Raharjo tersebut tidak hanya menjadi identitas baru civitas hospitalia, tetapi juga diharapkan membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengatakan peluncuran batik seragam baru tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh civitas hospitalia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
”Dengan diluncurkannya batik baru ini, kami berharap seluruh karyawan-karyawati dan civitas hospitalia RSUD Jombang mendapatkan semangat serta motivasi baru untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Jombang dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Pudji, warna biru pada batik dipilih untuk memberikan kesan sejuk.
Filosofi tersebut diharapkan turut tercermin dalam sikap tenaga kesehatan saat melayani pasien.
”Warna biru ini memberikan rasa kesejukan.
Harapannya, teman-teman bisa memberikan pelayanan yang lebih santun dan lebih soft kepada pasien maupun pengguna layanan di RSUD Jombang,” katanya.
Peluncuran batik baru tersebut juga menjadi bentuk apresiasi manajemen kepada seluruh civitas hospitalia.
Sebab, seragam batik sebelumnya sudah mulai pudar karena cukup lama digunakan.
“Batik uniform yang lama sudah mulai pudar.
Rasanya kurang elok kalau mereka memberikan pelayanan dengan seragam yang warnanya sudah pudar.
Ini bentuk apresiasi dari manajemen agar seluruh civitas hospitalia bisa tampil lebih anggun dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Pudji menambahkan, seragam baru tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi identitas, tetapi juga membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan.
”Uniform ini memberikan semangat baru sekaligus membawa arti kesejukan, sehingga diharapkan bisa memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna pelayanan di RSUD Jombang,” pungkasnya.
Motif Ngesti Raharjo mengangkat sejumlah unsur lokal.
Parang melengkung menggambarkan daya juang, kesinambungan, serta ketegasan yang disertai empati.
Sementara Ringin Contong menjadi pusat motif, melambangkan perlindungan dan pengayoman.
Ornamen Arimbi di bagian bawah merepresentasikan akar budaya Jombang dan kearifan lokal.
Sedangkan tanaman Jombang atau dandelion yang mengelilingi Ringin Contong melambangkan kebermanfaatan, kehidupan, dan kesinambungan pelayanan.
”Yang jelas uniform ini memberikan semangat baru, memberikan arti kesejukan karena warna yang sejuk untuk bisa memberikan kenyamanan, kesejukan pada seluruh pengguna pelayanan di Rumah Sakit Jombang,” pungkasnya. (ang/fid)
Editor : Anggi Fridianto