Gedung Belum Rampung, Siswa Sekolah Rakyat Jombang Masih Berbagi Kelas SD-SMA

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:13 WIB
JADI SATU: Siswa Sekolah Rakyat saat makan siang di kantin SD
JADI SATU: Siswa Sekolah Rakyat saat makan siang di kantin SD

 

JOMBANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang masih terpusat di gedung SD.

Siswa jenjang SD, SMP, dan SMA sementara berbagi fasilitas kelas karena pembangunan gedung permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, belum sepenuhnya rampung.

Kepala SR Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto mengatakan, pembangunan gedung saat ini memasuki tahap finishing.

Alat berat sudah tidak lagi berada di lokasi dan jumlah pekerja mulai berkurang.

Sejumlah bangunan juga sudah dapat difungsikan.

Namun, masih ada pekerjaan yang belum tuntas, di antaranya rusun guru dan masjid.

Sementara aula sudah bisa digunakan untuk kegiatan sekolah.

”Jadi masih terpusat di gedung SD, baik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” katanya, (14/8).

Menurut Andik, penggunaan gedung sesuai fungsi masing-masing jenjang dilakukan setelah seluruh bangunan siap.

Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, proyek ditargetkan rampung akhir Agustus.

”Informasinya akhir Agustus ini sudah selesai.

Jadi ketika sudah siap akan ditempati.

Kita fungsikan gedung sesuai dengan fungsi masing-masing,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pendidikan tetap berjalan.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berakhir pada 10 Agustus.

Baca Juga: Aset Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung Bakal Diserahkan ke Pemkab Jombang, Ini Daftarnya

Siswa baru kini mengikuti program matrikulasi untuk memetakan kemampuan awal, terutama membaca dan menulis.

Siswa yang masih membutuhkan pendampingan mendapat tambahan pembelajaran.

Sementara itu, siswa lama sudah mengikuti KBM seperti biasa.

Kegiatan ekstrakurikuler dan keasramaan juga berjalan sesuai program sekolah.

”Kegiatan sudah normal, ekskul juga sudah berjalan berikut dengan kegiatan keasramaan juga berjalan sesuai yang disusun,” kata Andik.

Selain KBM, siswa juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di asrama.

Setelah sekitar dua pekan menjalani rutinitas sekolah dan asrama, siswa yang sebelumnya masih menangis, sulit makan, hingga ingin pulang kini mulai terbiasa.

Rasa rindu rumah terutama dialami siswa jenjang SD yang belum terbiasa jauh dari keluarga.

Pendampingan wali asuh dan wali asrama, serta bimbingan kakak tingkat, membantu siswa menyesuaikan diri.

”Tantangannya istilahnya anak-anak masih kangen, pengen pulang dan belum mandiri,” ujarnya.

Untuk asrama, pemisahan berdasarkan jenjang dan jenis kelamin sudah mulai dilakukan.

Asrama putra dan putri untuk siswa SMP dan SMA telah ditempati secara terpisah sejak lebih dari sepekan lalu.

Sementara siswa SD masih bergabung dengan SMP dan SMA karena dinilai masih membutuhkan bimbingan kakak tingkat.

”Sudah dipisah sejak seminggu lalu.

Tinggal SD yang masih bergabung dengan SMP dan SMA.

Baca Juga: Aset Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung Bakal Jadi Milik Pemkab Jombang, Masih Tunggu Dokumen Kemensos

Karena masih butuh bimbingan kakak-kakaknya,” jelasnya.

Sementara itu, kebutuhan makanan dan minuman (mamin) siswa masih dipenuhi melalui jasa katering.

Sekolah belum memasak sendiri karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait mekanisme pengelolaan mamin.

Padahal, peralatan dapur sudah tersedia.

Sebanyak 10 juru masak juga telah disiapkan melalui bantuan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Hanya, ruangan dapur masih membutuhkan sejumlah perlengkapan pendukung seperti meja.

”Jadi masih menggunakan jasa katering.

Karena kita masih menunggu juknis tentang bagaimana ketika masak sendiri dan sebagainya,” tandas Andik. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
SR Terintegrasi Jombang tunggorono pendidikan jombang sekolah rakyat jombang Sekolah Rakyat