JOMBANG – Ribuan seragam gratis untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang mulai dikerjakan.
Para penjahit kini berpacu dengan waktu untuk menuntaskan produksi sesuai target Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang pada 9 September 2026.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang (Disdikbud) Jombang Rhendra Kusuma mengatakan, seluruh kain seragam telah diterima dinas hingga Selasa (11/8).
Distribusi kain kepada para penjahit juga sudah rampung.
”Sudah. Semuanya sudah distribusi ke penjahit,” ujar Rhendra.
Setelah kain didistribusikan, pengerjaan sepenuhnya dilakukan koordinator dan penjahit sesuai pembagian wilayah.
Penyedia kain juga telah menyelesaikan pengadaan seragam nasional SD/MI dan SMP/MTs sebelum batas akhir 20 Agustus.
Salah satu koordinator penjahit, Novy, mengaku pengerjaan seragam sudah dimulai.
Baca Juga: Separuh Kain Seragam Gratis di Jombang Sudah Diambil Penjahit, Jadinya Kapan?
Dari tempat kerjanya di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, dia menangani produksi seragam siswa MTs untuk wilayah Kecamatan Jombang.
Beban pengerjaannya mencapai 4.132 setel seragam.
Jumlah itu terdiri atas 2.066 setel seragam biru putih dan 2.066 setel seragam pramuka.
Penerimanya sebanyak 2.066 siswa, terdiri atas 1.003 siswa laki-laki dan 1.063 siswi.
”Total biru putih 2.066 setel dan total pramuka juga 2.066 setel,” kata Novy.
Untuk mengejar target tersebut, Novy melibatkan 20 penjahit.
Pengerjaan dibagi antara konveksi dan penjahit yang bekerja dari rumah masing-masing.
”Ada yang jahit di konveksi, ada yang jahit di rumahnya masing-masing. Dan yang dijahit di rumahnya masing-masing yang kualitas jahitannya bagus,” jelasnya.
sBaca Juga: Seragam Gratis Jombang Segera Dibagikan, Kain Masih Jalani Uji Kualitas di Balai Tekstil
Meski dikerjakan di sejumlah tempat, kontrol kualitas tetap dilakukan.
Seragam yang selesai dijahit akan dikumpulkan dan dikemas di konveksi.
Jika ditemukan jahitan yang kurang sesuai, perbaikan dilakukan sebelum seragam dikemas.
”Karena packing bajunya di konveksi, jadi kalau ada yang kurang pas langsung diperbaiki,” jelasnya.
Novy bersama timnya kini fokus mengejar target produksi.
Proses pengerjaan harus berjalan sesuai jadwal agar seluruh seragam bisa diselesaikan tepat waktu.
”Deadline-nya 9 September,” ujarnya. (wen/naz)