JOMBANG – Dinas Sosial (Dinsos) Jombang mengebut program graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Tahun ini, 1.656 keluarga ditargetkan keluar dari kepesertaan bantuan sosial.
Kepala Dinsos Jombang Agung Hariadi menyebut, target itu dibebankan kepada 138 pendamping PKH. Masing-masing wajib mengantarkan minimal 12 KPM naik kelas.
”Graduasi bukan sekadar mengurangi penerima bantuan, tapi mendorong keluarga miskin agar mandiri,” tegasnya.
Hingga triwulan II 2026, jumlah KPM PKH aktif di Jombang masih 43.432 keluarga. Pendamping di lapangan berperan penting melakukan asesmen sosial-ekonomi.
Baca Juga: Dinsos Jombang Ajak 60 KPM PKH di Wonosalam Belajar Dampak Digitalisasi
”Tugas mereka memilah mana yang masih layak menerima bantuan dan mana yang sudah bisa mandiri,” jelas Agung.
Graduasi dilakukan dengan indikator terukur mengacu pada 39 variabel BPS, mulai pekerjaan, penghasilan, kondisi rumah, hingga potensi usaha.
”Keluarga yang sudah memiliki penghasilan berkelanjutan bisa diusulkan keluar dari PKH. Bahkan, ada penerima yang secara sukarela meminta dicoret karena merasa sudah mampu,” imbuhnya.
Agung menegaskan, graduasi bukan berarti pemerintah lepas tangan. Justru langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran.
”Berdasarkan data 2025, persentase penduduk miskin Jombang tercatat 8,36 persen. Pada 2026, angka tersebut ditargetkan kembali turun di kisaran 8,04 hingga 8,10 persen,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto