JOMBANG – Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menyiapkan layanan pijat gratis bagi para peserta.
Layanan tersebut bakal disiagakan di setiap tower penginapan peserta sebagai upaya menjaga kebugaran muktamirin selama mengikuti rangkaian agenda.
’’Di setiap tower penginapan akan ada relawan pijat gratis untuk para peserta muktamar,’’ kata Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), (7/8).
Layanan pijat tersebut akan diperkuat 100 relawan yang berasal dari berbagai daerah. Mereka terdiri atas anggota Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jombang. Serta alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang memiliki kemampuan terapi pijat.
Terpisah, Koordinator relawan JRA Jombang, Muhammad Romli, menjelaskan, layanan pijat gratis disiapkan untuk membantu memulihkan kondisi peserta yang kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh maupun mengikuti sidang dan rapat selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, Pemkab Jombang Minta Pemprov dan Kementerian PU Perbaiki Jalan Menuju Venue
’’Setelah perjalanan atau mengikuti agenda muktamar tentu membutuhkan pemulihan kondisi. Karena itu kami menyediakan layanan pijat gratis khusus bagi peserta Muktamar NU,’’ ungkapnya.
Jumlah relawan masih berpeluang bertambah. Sebab, banyak alumni Bahrul Ulum maupun relawan dari luar daerah yang menyatakan siap ikut berkhidmat menyukseskan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Para relawan nantinya ditempatkan di sejumlah titik layanan yang telah disiapkan panitia. Di antaranya kawasan MAN 3 Jombang, MTsN 3 Jombang, dan Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha). Penempatan personel akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Mayoritas relawan merupakan pemijat laki-laki yang melayani peserta laki-laki. Sementara relawan perempuan disiapkan khusus untuk melayani peserta perempuan, termasuk para ibu nyai yang menghadiri muktamar.
Layanan yang diberikan meliputi pijat kepala, badan, kaki hingga refleksi. Agar dapat melayani lebih banyak peserta, durasi pijat dibatasi sekitar 15 menit untuk setiap orang.
’’Kalau pelayanan normal bisa sampai satu jam. Namun selama muktamar kami batasi sekitar 15 menit agar lebih banyak peserta bisa merasakan manfaatnya,’’ ujarnya.
Romli menegaskan seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma. Para relawan tidak diperkenankan meminta bayaran karena keikutsertaan mereka merupakan bentuk khidmat kepada Nahdlatul Ulama dan para ulama yang hadir dalam Muktamar NU ke-35.
Meski demikian, apabila peserta memberikan apresiasi secara sukarela setelah menerima layanan, relawan diperbolehkan menerimanya selama bukan hasil permintaan ataupun menjadi syarat dalam memberikan pelayanan.
’’Kami ingin memberikan pelayanan terbaik agar peserta tetap bugar dan nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 di Jombang,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto