JOMBANG – Proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Mrican senilai Rp 348,6 miliar segera berjalan.
Namun, menjelang pelaksanaan proyek yang dibiayai APBN tersebut, Pemkab Jombang masih belum mengetahui titik saluran yang akan ditangani maupun jadwal pasti pekerjaan.
Di sisi lain, Pemkab mulai memetakan dampak yang mungkin muncul terhadap layanan irigasi.
Sebab, proyek yang membentang dari Kabupaten Kediri hingga Jombang itu berpotensi memengaruhi pasokan air bagi sekitar 12.600 hektare lahan sawah di Jombang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, hingga awal Agustus pekerjaan fisik belum dimulai. Pelaksana proyek masih melakukan identifikasi dan penelusuran lapangan.
”kami belum tahu titik mana yang akan ditangani. Sampai sekarang belum ada kabar atau informasi yang kami terima,” katanya, Kamis (6/8).
Berdasarkan informasi awal saat sosialisasi, rehabilitasi DI Mrican dijadwalkan mulai akhir Agustus atau paling lambat awal September.
Namun, belum ada kepastian apakah jadwal tersebut masih sesuai rencana atau mengalami perubahan.
”Informasi awal waktu sosialisasi memang akhir Agustus atau awal September mulai. Tapi kami belum tahu kalau ada perubahan lagi,” imbuhnya.
Sultoni memastikan kondisi jaringan irigasi yang bersumber dari saluran tersebut saat ini masih berjalan normal.
Pasokan air ke lahan pertanian belum terganggu karena pekerjaan pada saluran induk belum dimulai.
”Untuk sekarang masih aman dan normal. Kalau nanti pekerjaan di saluran induk dimulai, tentu ada kemungkinan pengurangan debit atau pengeringan.
Tetapi kapan dimulainya kami juga belum mendapat informasi,” ujarnya.
Menurut dia, informasi yang sempat diterima awal Agustus baru berkaitan dengan rencana pekerjaan saluran sekunder.
Namun, hingga kini pekerjaan tersebut juga belum berjalan. Untuk rehabilitasi saluran induk, jaringan yang akan ditangani mencakup wilayah Kabupaten Kediri hingga Jombang.
Titik pekerjaan prioritas masih menunggu hasil identifikasi dari pelaksana proyek. ”Induknya mulai Kabupaten Kediri sampai Jombang.
Titik mana yang dikerjakan kami juga belum tahu. Tapi, kemarin hanya disampaikan titik yang rusak, seperti yang jebol di Bandarkedungmulyo kemarin,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rehabilitasi DI Mrican memiliki nilai kontrak Rp 348,6 miliar dan ditargetkan meningkatkan layanan irigasi.
Namun selama pelaksanaan, pekerjaan berpotensi memengaruhi distribusi air bagi ribuan hektare sawah di Jombang. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto