JOMBANG - SMAN Kabuh mulai menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan telepon genggam selama proses pembelajaran. Seluruh ruang kelas kini dilengkapi kotak penyimpanan HP sebagai bagian dari program sekolah untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gawai.
’’Setiap kelas sudah kami siapkan kotak HP. Ketika pembelajaran dimulai, HP disimpan terlebih dahulu. Jika guru membutuhkan penggunaan gadget untuk kegiatan belajar, baru dikeluarkan,’’ kata Kepala SMAN Kabuh, Ba'i SPd MMPd. Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. ”
Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan gadget benar-benar sesuai kebutuhan pembelajaran. Bukan menjadi kebiasaan yang mengurangi konsentrasi belajar. Saat jam istirahat pun sekolah berupaya menyediakan berbagai aktivitas positif agar siswa tidak selalu menghabiskan waktu dengan bermain telepon genggam.
’’Kami ingin meminimalisir penggunaan gadget di sekolah. Saat istirahat, anak-anak kami arahkan pada kegiatan yang lebih bermanfaat sehingga tidak selalu bergantung pada HP,’’ terangnya.
Baca Juga: 228 Murid Baru SMAN Kabuh Jombang Ikuti MPLS, Polisi dan TNI Turun Langsung Beri Pembekalan
Ba'i menilai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), memang memberikan kemudahan. Namun, apabila digunakan tanpa pengawasan, dikhawatirkan dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis dan karakter siswa.
’’AI boleh dimanfaatkan untuk kegiatan tertentu, tetapi kami tetap berharap anak-anak memiliki kemampuan bernalar sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi,’’ tegasnya.
SMAN Kabuh juga mempersiapkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Seluruh siswa kelas XII telah didaftarkan mengikuti TKA dan akan mendapatkan bimbingan belajar dua hingga tiga kali dalam sepekan.
’’TKA tahun ini gratis. Kami sudah mendaftarkan seluruh siswa kelas 12 agar mereka siap apabila hasil TKA nantinya menjadi salah satu persyaratan untuk melanjutkan pendidikan,’’ jelasnya.
Sekolah juga tengah menjalankan program revitalisasi sarana dan prasarana. Sejumlah bangunan diperbaiki agar mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih nyaman.
’’Saat ini sekolah masih dalam tahap revitalisasi. Program ke depan melanjutkan pembangunan dan memperbaiki gedung-gedung yang sudah tidak layak, baik melalui revitalisasi maupun bantuan pemerintah,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto