JOMBANG – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, tak hanya menjadi momentum memilih nakhoda baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sejumlah tokoh juga menitipkan harapan agar pemimpin yang terpilih mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Rektor Institut Agama Islam (IAI) Al Urwatul Wutsqo (IAI-UW) Jombang, Dr Hj Zahrotun Ni'mah Afif SHI MPd, berharap, ketua umum PBNU yang terpilih merupakan sosok yang dewasa dalam memimpin organisasi terbesar di Indonesia tersebut.
Menurutnya, kedewasaan seorang pemimpin menjadi kunci agar mampu membedakan antara kepentingan pribadi dengan kebenaran serta tetap teguh menegakkan nilai-nilai agama.
’’Kami berharap ketua umum PBNU yang akan terpilih dalam Muktamar NU ke-35 adalah sosok yang dewasa. Mengetahui perbedaan antara nafsu dan kebenaran.
Serta kuat menegakkan kebenaran karena Allah Ta’ala sebagaimana termaktub dalam QS Shad ayat 26,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Pendaftaran Expo dan Bazar Muktamar NU Jombang 2026 Resmi Dibuka, Segini Harga Stannya
Ia menjelaskan, kedewasaan pemimpin setidaknya tercermin dalam empat aspek. Pertama, dewasa dalam ilmu (Al 'Alim). Yakni memahami agama, memahami negara, serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
Kedua, dewasa dalam sikap (Al Hilm), yakni memiliki kesabaran, kebijaksanaan, mampu menahan diri, serta tidak mudah terpancing emosi.
Selain itu, pemimpin juga harus dewasa dalam iman (Al Ikhlas), yaitu memiliki keikhlasan dan amanah. Serta mengutamakan kemaslahatan umat di atas kepentingan golongan maupun pribadi.
Aspek terakhir adalah dewasa secara sosial (Al Khidmah). Pemimpin NU harus mau mendengar aspirasi warga, turun langsung ke bawah, serta mampu merangkul seluruh elemen, bukan justru memecah belah.
’’Pemimpin NU yang dewasa bisa menjadi qudwah bagi warga NU, sehingga warga NU dengan senang hati akan taat dan khidmat kepada pemimpin,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Zahrotun juga menyampaikan apresiasinya atas penunjukan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35.
Kehadiran ribuan kiai, ulama, dan warga NU dari berbagai daerah akan membawa berkah bagi Kabupaten Jombang, baik dari sisi ekonomi maupun spiritual.
Meski secara struktural IAI-UW tidak terlibat langsung dalam kepanitiaan karena bertepatan dengan agenda rapat kerja tahunan kampus, pihaknya tetap mendukung pelaksanaan muktamar. ’
’Salah satunya dengan menyiapkan penginapan di SMA Primaganda yang berada di depan Kampus II IAI-UW untuk membantu kebutuhan peserta muktamar,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto