JOMBANG – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas membawa sejumlah penyesuaian. Salah satunya, proses belajar mengajar santri akan dilaksanakan secara daring selama pelaksanaan muktamar. Selain itu, santri juga akan dilibatkan menjadi relawan.
’’Santri tidak diliburkan. Mereka tetap mengikuti kegiatan belajar, hanya saja dilakukan secara daring,’’ kata Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), kemarin.
Para santri tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai kalender akademik yang telah ditetapkan pesantren.
Baca Juga: Jamaah Kidung Langit Siap Mengawal Spiritualitas Muktamar NU
Sistem pembelajaran daring akan mulai diterapkan pada 20 Agustus selama 11 hari. Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung persiapan kawasan pesantren yang akan menjadi pusat kegiatan Muktamar ke-35 NU pada 27–31 Agustus mendatang.
Gus Rozaq menjelaskan, tidak seluruh santri dipulangkan ke rumah masing-masing. Sebagian tetap tinggal di lingkungan pesantren karena mendapat tugas membantu kepanitiaan selama muktamar berlangsung.
Santri yang ditunjuk tersebut akan terlibat dalam berbagai kebutuhan operasional. Mulai pelayanan peserta, pengaturan lokasi kegiatan, hingga membantu kelancaran aktivitas panitia di sejumlah titik.
’’Sementara yang tidak mendapatkan tugas khusus, sebagian dipulangkan ke rumah masing-masing dan mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah,’’ paparnya.
Pelibatan santri menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda permusyawaratan tertinggi NU tersebut. Selain mendapat pengalaman dalam bidang organisasi dan pelayanan, para santri tetap dapat menjalankan kewajiban akademiknya karena proses pembelajaran tidak dihentikan.
Pihak pesantren telah menyiapkan seluruh mekanisme pembelajaran daring agar kegiatan pendidikan tetap berjalan efektif selama masa persiapan hingga pelaksanaan muktamar.
Di sisi lain, keberadaan santri yang bertugas sebagai relawan juga diharapkan dapat memperkuat kesiapan panitia lokal yang melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur Nahdlatul Ulama.
’’Kehadiran para santri diharapkan mampu mendukung pelayanan kepada ribuan muktamirin dan tamu undangan yang akan memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum selama pelaksanaan muktamar,’’ tuturnya.
Dengan skema tersebut, Pondok Pesantren Bahrul Ulum berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan proses pendidikan dan kesiapan sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Selama muktamar berlangsung, kawasan pesantren diperkirakan menjadi pusat aktivitas ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah di Indonesia. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto