JOMBANG – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang telah dimulai bersamaan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/7). Namun, aktivitas belajar belum sepenuhnya normal karena pembangunan gedung SR di Desa Tunggorono tersebut belum rampung 100 persen.
Untuk menjamin keselamatan siswa, pihak sekolah bersama tim transisi dan pelaksana proyek melokalisir area pembelajaran. Sejumlah titik yang masih dalam proses pembangunan dipasangi tanda pembatas sehingga tidak dapat diakses siswa.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto mengatakan, langkah tersebut merupakan hasil koordinasi dengan tim transisi dan pihak Pekerjaan Umum (PU).
Tujuannya agar proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengganggu penyelesaian pembangunan. ”Kami sudah koordinasi dengan tim transisi dan pihak PU, melokalisir serta menskenario antara ruang pembelajaran dan ruang keasramaan.
Di situ ada police line yang membatasi pergerakan anak,” ujarnya saat Open House dan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, progres pembangunan kawasan SR telah mencapai sekitar 92 hingga 95 persen. Seluruh pekerjaan ditargetkan tuntas pada Agustus mendatang. ”Informasi yang kami terima sekitar 92 sampai 95 persen dari pihak PU (Kementerian Pekerjaan Umum, Red). Perkiraan finishing Agustus diusahakan sudah selesai,” katanya.
Baca Juga: 100 Siswa Sekolah Rakyat Jombang Resmi Pindah ke Gedung Permanen, Kini Tinggal di Asrama
Meski sebagian fasilitas masih dalam tahap penyelesaian, kegiatan MPLS dan pembelajaran tetap berlangsung. Bangunan yang sudah difungsikan meliputi satu gedung SD sebagai ruang belajar, dua asrama putra, dua asrama putri, dapur, ruang ibadah, dan kantin.
Sementara itu, beberapa fasilitas yang masih dikerjakan meliputi asrama SD, rumah susun guru, masjid, guest house, serta bangunan pendukung lainnya. ”Yang belum asrama SD, rusun guru, masjid, guest house, dan lainnya. Tapi bangunan utama ini sudah selesai sehingga bisa digunakan,” jelasnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang dibangun di atas lahan seluas 6,2 hektare di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. Tahun ini sekolah ini menerima 270 siswa yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Seluruh kuota penerimaan peserta didik baru telah terpenuhi.
Andik mengatakan, konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang menjadi salah satu yang terlengkap karena seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah berada dalam satu kawasan. ”Jumlah siswa totalnya 270, terdiri dari 90 siswa SD, 90 SMP, dan 90 SMA. Kuotanya sudah penuh dan pendaftaran sudah ditutup,” tuturnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto