JOMBANG - SELAIN 270 siswa baru, sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat (SR) yang sebelumnya menempati gedung sementara di SKB Mojoagung kini resmi diboyong ke gedung permanen SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang, Agung Hariadi, memastikan seluruh siswa sudah menempati lokasi baru. “Semua sudah pindah. Termasuk 100 siswa kelas 8 dan 11 yang sebelumnya di SKB Mojoagung juga ikut tinggal di asrama di Tunggorono,” terangnya, Jumat (31/7).
Tak hanya siswa, para guru dan sumber daya manusia (SDM) pendukung juga ikut bermobilisasi ke kawasan baru. Penataan fasilitas masih berlangsung agar kegiatan belajar mengajar berjalan optimal. “Untuk siswa dan SDM semuanya ikut ke Tunggorono. Sekarang masih proses mobilisasi,” katanya.
Agung menegaskan, seluruh kegiatan pembelajaran kini dipusatkan di kompleks gedung permanen. Dengan sistem berasrama, siswa tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang Belum Rampung, Kontrak Proyek Diperpanjang hingga 8 Agustus
Gedung lama yang sebelumnya digunakan SR akan dikembalikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sesuai peruntukannya. Sementara sarana dan prasarana dari Kementerian Sosial (Kemensos) ikut dipindahkan ke gedung baru.
“Kalau gedungnya karena aset Disdikbud, ya kembali ke Disdikbud. Namun seluruh fasilitas dan sarana prasarana dari Kemensos ikut dipindahkan ke gedung permanen,” jelasnya.
Meski proses perpindahan masih berjalan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Para siswa mulai beradaptasi dengan lingkungan baru yang dilengkapi fasilitas asrama dan ruang belajar lebih representatif. “KBM sudah berjalan seperti biasa,” pungkas Agung. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto