JOMBANG – Sebanyak 17 guru SD dan SMP diperbantukan mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 1 Jombang. Penugasan ini dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik sambil menunggu rekrutmen resmi dari pemerintah pusat rampung. Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya hanya 10 guru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Wor Windari menegaskan, penugasan bersifat sementara. ”Kami hanya ditugasi membantu sampai proses dari Kementerian Sosial selesai. Setelah SDM yang direkrut sudah siap, guru-guru kembali ke sekolah masing-masing,” ujarnya, Rabu (29/7).
Guru yang diperbantukan tetap berstatus di sekolah asal. Penugasan dilakukan karena murid sudah ada, sementara guru definitif belum tersedia. ”Mereka tetap guru di sekolah asal. Ini hanya penugasan karena kebutuhan,” tambahnya.
Data sementara menunjukkan sekitar 22 guru dari jenjang SMP dan SMA dilibatkan. Rincian jumlah guru SD dan SMP masih disinkronkan bersama Dinas Sosial. ”Jumlahnya sekitar 22 orang bersama guru SMA. Untuk rinciannya masih kami koordinasikan,” jelas Wor.
Ia menambahkan, tidak ada pembekalan khusus bagi guru karena kurikulum Sekolah Rakyat sama dengan sekolah reguler. ”Guru tinggal menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga: 19 Kepala Sekolah Dilantik di Jombang, Masih Ada 33 Jabatan yang Kosong
Soal insentif maupun pembiayaan, seluruh mekanisme menjadi kewenangan pemerintah pusat. ”Kami hanya melaksanakan penugasan sesuai kebutuhan. Anggaran dan insentif diatur kementerian,” pungkasnya.
Sebelumnya, pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang dipastikan mundur dari 14 Juli menjadi 31 Juli 2026. Penundaan mengikuti arahan Kementerian Sosial karena gedung permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang belum sepenuhnya siap digunakan.
Tahun ini Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jombang mendapat tambahan kuota siswa baru sebanyak 270 siswa. Rinciannnya 90 siswa jenjang SD, 90 SMP, dan 90 SMA. Penjaringan dilakukan secara ketat dengan memprioritaskan siswa dari keluarg desil 1 dan desil 2. Kini penjaringan siswa di semua jenjangtelah terpenuhi.
Sementara itu, 100 siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 yang sementara belajar di gedung SKB Mojoagung telah dinyatakan naik kelas. Pemkab sudah membentuk tim transisi untuk menyiapkan perpindahan kegiatan pembelajaran siswa termasuk sarana prasarana ke gedung SR di Desa Tunggorono. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SR menerapkan sistim boarding school alias asrama. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto