Jelang Muktamar NU, PCNU Jombang Dorong Lahirnya Pemimpin PBNU yang Teduh dan Mengayomi

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 06:18 WIB
 Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi).
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Putri KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi).

 

JOMBANG – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq (Gus Fahmi) berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tidak hanya menjadi ajang memilih ketua umum baru. Ia berharap muktamar mampu melahirkan arah kebijakan organisasi yang lebih menyentuh kebutuhan warga nahdliyin.

”Kita berharap agar muktamar ini bukan hanya sekadar memilih ketua umum. Program-program organisasi jangan sampai tenggelam dan terabaikan,” katanya.

Gus Fahmi menilai, kepengurusan PBNU ke depan perlu memiliki program yang lebih konkret dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

 Menurutnya, NU sebaiknya memperkuat tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. ”PBNU harus lebih fokus pada dakwah yang diwujudkan melalui program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi agar manfaatnya benar-benar dirasakan jamaah,” jelasnya.

Di bidang kesehatan, ia berharap NU memperbanyak rumah sakit milik organisasi. Menurutnya, jumlah rumah sakit NU hingga kini masih sangat terbatas, termasuk di Jawa Timur.

Selain itu, sektor pendidikan juga dinilai perlu diperkuat melalui pengembangan sekolah-sekolah berkualitas. Sementara pada sektor ekonomi, NU diharapkan mampu membangun kemandirian melalui berbagai amal usaha sehingga tidak terus bergantung pada pihak lain dalam menjalankan program organisasi.

Baca Juga: Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Gerakkan Ekonomi, Kaus hingga Suvenir Mulai Diproduksi Massal

Tak hanya itu, Gus Fahmi juga mengingatkan agar proses pemilihan Ketua Umum PBNU berlangsung secara jujur dan bermartabat. Ia meminta para pemilik hak suara menggunakan hati nurani dalam menentukan pilihan.

”Kita berharap para pemegang suara memilih dengan hati nurani, bukan karena uang atau praktik-praktik yang mencederai muktamar,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Muktamar NU di Jombang memiliki nilai historis karena berlangsung di daerah yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya para muassis NU.

Karena itu, ia berharap seluruh pihak menjaga marwah muktamar dari praktik politik uang. ”Semoga muktamar memilih pemimpin yang benar-benar bersih, jujur, amanah, serta mampu mengayomi seluruh warga NU,” imbuhnya.

Gus Fahmi juga menyampaikan sejumlah kriteria pemimpin yang diharapkan memimpin PBNU lima tahun ke depan.

 Yakni tidak pernah bermasalah dengan organisasi, tidak menjadi pengurus partai politik, tidak membuat kegaduhan di internal organisasi, serta tidak melakukan praktik politik uang (money politics). ”Intinya pemimpin yang bersih, teduh, dan mengayomi seluruh warga NU,” pungkasnya. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU Jombang Gus Fahmi Jombang PCNU Jombang berita jombang pbnu