JOMBANG – Komisi D DPRD Kabupaten Jombang meminta pengadaan seragam gratis bagi siswa baru SD/MI dan SMP/MTs dipercepat. Ini agar manfaat program dapat segera dirasakan peserta didik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang diminta terus mengingatkan penyedia kain untuk memenuhi kewajiban pengiriman sesuai jadwal.
’’Seragam jangan sampai terlambat diberikan kepada siswa. Apalagi sekarang anak-anak sudah mulai masuk sekolah dan pembelajaran telah berlangsung,’’ kata Sekretaris Komisi D DPRD Jombang, Rahmat Agung Saputra, kemarin.
Keterlambatan distribusi seragam akan mengurangi manfaat program. ’’Karena saat ini kegiatan belajar mengajar telah dimulai, segaram harus segera diberikan agar manfaat program segera dirasakan oleh murid baru,’’ tambahnya.
Rahmat meminta Disdikbud lebih intensif melakukan koordinasi dengan penyedia kain agar pengiriman material dapat dipercepat. Dengan demikian, kain yang sudah datang bisa segera didistribusikan kepada para penjahit yang telah ditunjuk pemerintah daerah.
’’Dinas harus lebih sering mengingatkan penyedia kain agar pengirimannya segera diselesaikan. Kalau kain cepat datang, penjahit juga bisa langsung bekerja sehingga proses penyelesaian seragam tidak molor,’’ paparnya.
Selain mengejar ketepatan waktu, DPRD juga meminta kualitas seragam diperhatikan. Menurutnya, pengawasan selama proses penjahitan perlu dilakukan secara berkala agar hasil yang diterima siswa sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
’’Perlu dilakukan pengecekan rutin selama proses penjahitan. Jangan hanya mengejar cepat selesai, tetapi kualitas kain maupun hasil jahitannya juga harus benar-benar bagus sesuai yang diharapkan,’’ tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan, hingga Jumat (24/7), realisasi pengiriman kain baru mencapai sekitar 30 persen dari total kebutuhan program seragam gratis.
Penyedia diberikan batas waktu pengiriman kain hingga 20 Agustus 2026. Setelah seluruh kain diterima, material akan didistribusikan kepada penjahit yang telah ditunjuk untuk dikerjakan.
’’Untuk pengiriman kain, batas waktunya maksimal 20 Agustus. Setelah seluruh kain datang baru dikerjakan oleh para penjahit,’’ jelasnya.
Program seragam gratis tersebut diperuntukkan bagi siswa baru jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang. Ini sebagai upaya meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua pada awal tahun ajaran baru.
Tahun ini, bantuan yang diberikan berupa dua jenis seragam. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.
Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.
Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI.
Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.
Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs
(wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto