Kemarau Mulai Terasa, Debit Air Embung Grojokan Jombang Menyusut Drastis

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 08:21 WIB
MULAI SUSUT: Warga memancing di area Embung Grojokan di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan.
MULAI SUSUT: Warga memancing di area Embung Grojokan di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan.

 

JOMBANG – Debit air Embung Grojokan di Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, mulai menyusut memasuki musim kemarau. Meski masih menyimpan cadangan air, volumenya terus berkurang sehingga tidak lagi mampu mengairi tanaman padi secara normal.

Pantauan di lokasi menunjukkan permukaan air turun signifikan. Aliran tidak lagi mencapai spillway, sementara sejumlah titik embung yang sebelumnya tergenang kini mengering. Meski demikian, genangan di beberapa bagian masih dimanfaatkan warga untuk memancing.

Sumaji, warga setempat, mengatakan penyusutan debit air mulai terjadi sekitar sebulan terakhir. ”Terakhir dipakai mengairi sawah yang mau panen. Sekarang padinya sudah dipanen, petani mulai persiapan tanam tembakau dan jagung,” ujarnya.

Embung masih bisa dimanfaatkan, tetapi petani harus menggunakan pompa diesel karena air tidak lagi mengalir secara gravitasi. ”Setelah ini sudah tidak ada yang tanam padi, kebanyakan tanam tembakau dan jagung,” imbuhnya.

Baca Juga: Sudah Bebas Lahan Sejak 2023, Proyek Embung Purisemanding di Plandaan Jombang Masih Mangkrak

Kepala Desa Plabuhan Andi membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, penyusutan debit berlangsung bertahap dalam satu hingga dua bulan terakhir. ”Biarpun surut, kadang masih bisa dimanfaatkan dengan pompa diesel. Biasanya puncak kemarau Agustus–Oktober sudah tidak bisa dipakai lagi,” jelasnya.

Saat musim hujan, Embung Grojokan mampu mengairi sawah hingga Desa Kampungbaru. Namun saat kemarau, pemanfaatannya terbatas hanya untuk lahan di Desa Plabuhan.

Petugas Bendung Grojokan BBWS Brantas, Heri Supriadi, menambahkan air embung terakhir kali dilepas untuk irigasi padi. ”Setelah ini biasanya dipakai untuk tembakau saja. Sudah tidak bisa lagi untuk tanaman padi,” katanya. Dengan sisa cadangan air yang ada, embung diperkirakan masih mampu menopang satu musim tanam tembakau. ”Kalau untuk irigasi padi sudah tidak mungkin lagi,” tandasnya. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
Irigasi Jombang Plandaan Jombang Embung Grojokan kemarau Jombang Petani Jombang