JOMBANG – RSUD Jombang resmi meluncurkan inovasi E-KIPRA (Elektronik Kredensial Keperawatan), Jumat (24/7). Inovasi tersebut menjadi langkah rumah sakit dalam mentransformasi proses kredensial tenaga keperawatan dari sistem manual menuju layanan berbasis digital.
Peluncuran E-KIPRA berlangsung di Ruang Bung Hatta RSUD Jombang. Kegiatan itu juga dirangkai dengan sosialisasi peningkatan keamanan data dan informasi rekam medis elektronik yang diikuti jajaran tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit.
’’Inovasi E-KIPRA menjadi bagian dari komitmen RSUD Jombang dalam mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan. Harapannya, proses kredensial tenaga keperawatan menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran.
Peluncuran E-KIPRA menjadi bagian dari upaya peningkatan tata kelola kredensial tenaga keperawatan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Baca Juga: Kasus Pneumonia di Jombang Melonjak, RSUD Catat 617 Pasien dan 52 Meninggal
Pengelolaan kredensial secara manual selama ini masih menimbulkan sejumlah kendala. Mulai dokumen yang berpotensi tertahan atau hilang, proses kredensial yang belum dapat dipantau secara real time, hingga risiko keterlambatan pelayanan akibat proses administrasi yang memerlukan waktu lebih lama.
’’Selain itu, sistem manual juga memiliki risiko kesalahan administrasi karena pengelolaan ribuan dokumen fisik tenaga keperawatan serta minim transparansi dalam pelacakan tahapan kredensial. Sehingga RSUD Jombang mengembangkan sistem digital melalui E-KIPRA,’’ paparnya.
Melalui E-KIPRA, seluruh proses kredensial tenaga keperawatan dilakukan secara digital. Sistem tersebut dirancang untuk mempermudah pengajuan dokumen, proses penilaian, verifikasi, hingga monitoring tahapan kredensial dalam satu platform terintegrasi.
’’Kita berharap inovasi ini dapat meningkatkan efisiensi administrasi melalui sistem paperless, mempercepat proses verifikasi dokumen, meningkatkan akurasi data, serta mendukung transparansi dan monitoring proses kredensial,’’ urainya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto