JOMBANG – Menara berusia lebih dari 100 tahun di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas dipersolek menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Bangunan bersejarah itu dipilih sebagai ikon muktamar karena menjadi simbol persatuan sekaligus menyimpan jejak panjang sejarah pesantren.
Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum KH Abdurrozaq Sholeh mengatakan, menara tersebut merupakan salah satu bangunan tertua di lingkungan pesantren.
Menara dibangun sebelum Indonesia merdeka dan hingga kini tetap dipertahankan keasliannya. ”Menara ini dibangun pada masa sebelum Indonesia merdeka.
Bentuknya yang melingkar menggambarkan persatuan, bahwa dalam kondisi apa pun kita harus tetap bahu-membahu menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya, Jumat (24/7).
Menurut dia, bentuk melingkar pada menara melambangkan kebersamaan warga Nahdliyin. Sementara bangunan yang menjulang tinggi dimaknai sebagai semangat perjuangan masyarakat Indonesia menghadapi penjajahan.
Karena ditetapkan sebagai ikon Muktamar NU ke-35, untuk pertama kalinya menara tersebut mendapat penyegaran tampilan. Pembaruan hanya dilakukan pada bagian luar melalui pengecatan ulang tanpa mengubah bentuk maupun struktur bangunan bersejarah itu.
”Bangunan ini sebenarnya tidak pernah direnovasi. Kali ini hanya dipercantik dengan pengecatan ulang agar selaras dengan tema dan logo Muktamar,” katanya.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, DLH Jombang Siap Tambah Toilet Portabel Jika Pengunjung Membludak
Pengecatan menggunakan dominasi warna putih dengan sentuhan emas agar sesuai dengan identitas visual Muktamar NU ke-35. Pekerjaan itu menjadi bagian dari penataan kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menjelang kedatangan sekitar 6.000 muktamirin dari berbagai daerah. Selain mempercantik menara, panitia juga mengebut penyelesaian berbagai fasilitas pendukung.
”Seluruh venue muktamar ditargetkan rampung pada akhir Juli sebelum dilakukan peninjauan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU),” tandasnya.
KH Abdurrozaq menjelaskan, pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pengurukan lahan untuk area parkir dan bazar, serta penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Di sisi lain, rekayasa lalu lintas juga mulai dimatangkan. Selama muktamar berlangsung, kendaraan peserta tidak diperbolehkan masuk hingga kawasan pesantren. Muktamirin akan turun di tepi jalan utama, kemudian diantar menuju lokasi menggunakan kendaraan listrik berupa golf car yang disiapkan panitia.
Baca Juga: Jelang Muktamar NU, DLH Jombang Siap Tambah Toilet Portabel Jika Pengunjung Membludak
Sementara itu, area dalam pesantren akan disterilkan dari kendaraan umum. ”Hanya kendaraan keluarga pengasuh pesantren serta tamu VIP yang diperbolehkan masuk setelah melalui proses identifikasi,” paparnya. Panitia memastikan pelaksanaan muktamar tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Tambakberas.
KH Abdurrozaq juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mempercepat penataan infrastruktur. Perbaikan jalan menuju pesantren, normalisasi saluran sungai, hingga penggantian lampu penerangan jalan terus dilakukan dan ditargetkan selesai bulan ini. ”Dukungan pemerintah sangat baik. Jalan yang rusak sudah diperbaiki, sungai dibersihkan, dan lampu penerangan jalan juga diganti sehingga kawasan lebih terang. Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai bulan ini,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto