JOMBANG – RSUD Kabupaten Jombang terus mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Upaya tersebut ditegaskan melalui sosialisasi dan internalisasi pembangunan Zona Integritas (ZI) yang diikuti seluruh jajaran rumah sakit.
Kegiatan dibuka Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, dan dilanjutkan dengan sosialisasi oleh Ketua Tim Zona Integritas RSUD Jombang, Saean Efendi SKM MM.
’’Pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan membangun budaya kerja yang berintegritas di seluruh lingkungan rumah sakit,’’ kata dr Pudji Umbaran.
Terdapat enam area perubahan yang menjadi fondasi pembangunan Zona Integritas di RSUD Jombang. Meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, dan penataan sistem manajemen sumber daya manusia. Penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
’’Enam area perubahan ini harus menjadi kompas bagi seluruh civitas hospitalia dalam bergerak. Kita ingin memastikan bahwa setiap perubahan yang kita lakukan berdampak langsung pada efisiensi kerja internal dan kepuasan masyarakat yang berobat ke RSUD Jombang,’’ terangnya.
Baca Juga: Cegah Kekerasan di Lingkungan Rumah Sakit, RSUD Jombang Deklarasikan Stop Bullying
RSUD Jombang juga menekankan pentingnya disiplin dan pengawasan internal. Seluruh pegawai diminta meningkatkan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang bersih dan akuntabel.
Budaya transparansi dan respons cepat terhadap aduan masyarakat mulai tumbuh di lingkungan rumah sakit. Hal itu menjadi indikator bahwa sistem pengawasan internal berjalan dengan baik.
’’Kami sangat mengapresiasi setiap komitmen peningkatan kinerja yang masuk hingga saat ini. Ini bukti otentik sistem pengawasan internal kita bekerja. Dan yang lebih penting, kesadaran berintegritas di lingkungan RSUD Jombang sudah semakin tinggi,’’ tegasnya.
Ketua Tim Zona Integritas RSUD Jombang, Saean Efendi SKM MM, menambahkan, keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat bergantung pada pemahaman yang merata di seluruh unit kerja. Karena itu, proses internalisasi tidak hanya menyasar jajaran manajemen maupun pejabat struktural, tetapi juga seluruh pelaksana di lapangan.
Menurutnya, seluruh unsur di lingkungan rumah sakit, mulai dokter, perawat, tenaga administrasi, petugas keamanan hingga petugas kebersihan, memiliki peran yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Nilai-nilai integritas dan semangat melayani ini harus dipastikan terinternalisasi hingga ke tingkat pelaksana terbawah. Mulai dari dokter, perawat, staf administrasi, hingga petugas keamanan dan kebersihan di garda depan. Semua harus memiliki satu visi yakni memberikan pelayanan yang bersih, transparan, dan prima," pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto