JOMBANG - Mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Pascasarjana Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Jombang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) berupa edukasi Antenatal Care (ANC) untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil dalam deteksi dini risiko maternal.
Kegiatan berlangsung di Klinik Pratama Almaghfira, wilayah perifer utara Kabupaten Madiun, Sabtu (27/6). Bertema; Edukasi Antenatal Care sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil dalam Deteksi Dini Risiko Maternal di Wilayah Perifer Utara Kabupaten Madiun.
Kegiatan ini digagas oleh Deby Safitri, mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Pascasarjana UNIPDU Jombang. Ia berharap ibu hamil semakin memahami pentingnya kunjungan ANC secara teratur, minimal enam kali (K1–K6).
’’Ini sebagai langkah deteksi dini risiko maternal, terutama bagi masyarakat di wilayah perifer yang akses layanan kesehatannya masih terbatas,’’ terangnya.
uBaca Juga: Kajian Ramadan di Unipdu Jombang, Upaya Meningkatkan Silaturahmi Tatap Muka
Sebanyak 31 ibu hamil dari wilayah tersebut mengikuti kegiatan ini. Rangkaian acara diawali dengan registrasi dan pencatatan data awal sebagai bagian dari skrining kondisi kesehatan ibu hamil. Peserta kemudian mengerjakan pretest untuk mengukur pengetahuan awal mereka. Dilanjutkan pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV).
Sebagai layanan tambahan, kegiatan ini juga menghadirkan pemeriksaan USG bagi peserta. Ini hasil kolaborasi mahasiswa dengan dokter spesialis kandungan (Sp.OG) di klinik tersebut. Kegiatan ditutup dengan post test dan pembagian vitamin kehamilan.
Melalui pengabdian ini, mahasiswa Pascasarjana UNIPDU tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Tetapi juga berkontribusi nyata dalam upaya menekan angka kematian ibu lewat peningkatan kesadaran akan pentingnya kunjungan ANC di wilayah perifer.
Deby Safitri selaku pelaksana kegiatan mengatakan, edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil di wilayah perifer akan pentingnya kunjungan ANC secara teratur.
’’Melalui kegiatan ini, kami berharap ibu hamil di wilayah perifer semakin memahami pentingnya kunjungan ANC secara rutin sesuai standar minimal enam kali, sehingga risiko maternal dapat terdeteksi sejak dini dan segera mendapat penanganan yang tepat,’’ urainya.
(ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto