JOMBANG – Tambahan alokasi pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Jombang akhir bulan lalu ternyata belum mampu menutup seluruh kebutuhan petani. Data e-RDKK menunjukkan masih ada selisih cukup besar, terutama pada pupuk NPK dan pupuk organik.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Pertanian (Disperta) Jombang Eko Purwanto mengatakan, tambahan alokasi pupuk subsidi yang diterima Jombang meliputi beberapa jenis pupuk utama. ”Pada akhir bulan kemarin memang ada tambahan alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Jombang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Tambahan alokasi yang diterima terdiri dari pupuk Urea sebanyak 26.539 ton, NPK 25.326 ton, ZA 521 ton, NPK Formula Khusus (FK) 7 ton, dan pupuk organik 6.410 ton.
pBaca Juga: Kabar Baik! 15 Ribu Petani Tembakau Jombang Segera Terima Bantuan Pupuk NPK dari DBHCHT
Meski ada penambahan, jumlah tersebut masih belum sesuai dengan kebutuhan yang diajukan petani dalam e-RDKK. Karena itu, Disperta kembali mengusulkan tambahan alokasi pupuk subsidi ke pemerintah pusat. ”Tambahan alokasi yang diterima masih belum menutupi kebutuhan pupuk yang diajukan sesuai e-RDKK. Saat ini kami kembali mengajukan tambahan pupuk sesuai kebutuhan petani yang tercatat di e-RDKK,” jelas Eko.
Dalam pengajuan terbaru, kebutuhan pupuk subsidi Jombang tercatat jauh lebih besar dibanding alokasi tambahan yang diterima. Untuk pupuk Urea, kebutuhan mencapai 29.525 ton, sedangkan NPK mencapai 36.966 ton.
Sementara itu, kebutuhan pupuk ZA tercatat 542 ton, NPK FK 11 ton, dan pupuk organik 19.193 ton. Selisih terbesar terjadi pada pupuk NPK dan pupuk organik. Tambahan alokasi NPK yang diterima hanya 25.326 ton, sedangkan kebutuhan petani mencapai 36.966 ton. Artinya masih ada kekurangan lebih dari 11 ribu ton.
Kondisi serupa terjadi pada pupuk organik. Tambahan yang diterima hanya 6.410 ton, padahal kebutuhan berdasarkan e-RDKK mencapai 19.193 ton atau masih kurang sekitar 12,7 ribu ton.
Disperta berharap pemerintah pusat dapat kembali menambah alokasi pupuk subsidi agar kebutuhan petani pada musim tanam mendatang dapat terpenuhi. Sebab, pupuk subsidi masih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Jombang. ”Kami berharap pengajuan tambahan alokasi ini dapat dipenuhi sehingga kebutuhan pupuk petani bisa lebih tercukupi,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto