Muktamar NU ke-35 di PP Bahrul Ulum Tambakberas 27-31 Agustus terbilang istimewa. ’’Ada sembilan keistimewaan Muktamar NU di Tambakberas,’’ kata pengasuh PP Al Maliki 2 Bahrul Ulum Tambakberas, KH M Syifa’ Malik MPd, kemarin.
Pertama, kembali ke akar sejarah. ’’NU didirikan oleh KH Abd Wahab Chasbulloh Tambakberas dibantu KH Bisri Syansuri Denanyar dan direstui oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari Tebuireng,’’ terang wakil kepala MAN 3 Jombang ini.
Kedua, dekat dengan para pendiri NU. ’’Muktamirin bisa ziarah ke maqbaroh tiga pendiri NU dari Jombang di Tambakberas, Denanyar dan Tebuireng,’’ ucap pengawas Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas.
Ketiga, kembali ke tradisi. ’’Muktamar dilaksanakan di pesantren bukan di hotel. Pesantren NU sejak zaman dulu hingga sekarang tetap sebagai pusat pengkaderan ulama dan kiai,’’ ungkap katib syuriyah MWCNU Kecamatan Jombang ini.
Keempat, Muktamar NU menjadi berkah bagi santri. ’’Santri mendapatkn keteladanan, ilmu, barokah dan pengalaman langgsung dari kiai-kiai NU,’’ urai tokoh 24 Maret 1977 ini.
Baca Juga: Muktamar NU 2026 di Jombang Makin Siap, Panitia Sebut Fasilitas Peserta Sudah 100 Persen
Kelima, lokasi sangat strategis serta menjadi penengah dan solusi. ’’Tambakberas posisinya strategis. Dua kilometer dari exit tol Tembelang. Lima kilometer dari Stasiun Kereta Api Jombang,’’ katanya. Juga dekat dengan jalan raya dan jarak tempuh hanya 40 menit dari Bandara Juanda Surabaya.
’’Karena takdir Allah Ta’ala,Tambakberas terbukti menjadi jawaban dan solusi atas kebuntuan dan berlarut larutnya pembahasan tentang tempat Muktamar NU. Padahal biasanya lokasi sudah final diputuskan di Konbes dan Munas,’’ papar mantan ketua majelis santri Lembaga Tinggi Pesantren Luhur Malang ini.
Keenam, pulang ke rumah. ’’NU seperti pulang ke pangkuan tanah kelahirannya. Tambakberas menjadi saksi kembali damai sejuk dan bersatunya esmua elemen pengurus NU,’’ tegasnya.
Ketujuh, ngalap berkah ndalem kesepuhan KH Abd Wahab Chasbulloh. ’’Ndalem Mbah Wahab insya Allah diplot sebagai ruang sidang AHWA. Ini ikhtiar supaya aura spiritual, vibes Mbah Wahab dan spirit Mbah Wahab menuntun dan mengilhami para kiai anggota AHWA dalam bermusyawarah dan bersidang,’’ jelasnya.
Kedelapan netral. ’’Keluarga besar pondok pesantren Bahrul Ulum bersikap netral pada semua calon karena fokus sebagai panitia memberi pelayanan yang terbaik sebagaimana disampaikan oleh Ketum Yayasan PPBU KH Abdurrozaq Sholeh,’’ bebernya.
Kesembilan, berkah bagi semuanya. ’’Roda ekonomi bergerak. Hotel full booked. Rumah warga menjadi penginapan. UMKM bergeliat. Jasa transportasi menjadi hidup. Kuliner dan cafe menjadi semarak dan itulah esensi ekonomi kerakyatan,’’ tuturnya. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto