JOMBANG – Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang bergerak cepat menyiapkan pembangunan jembatan bailey di Desa Kudubanjar, Kecamatan Kudu. Tim teknis bahkan mendatangi langsung pabrik penyedia di Bekasi untuk memastikan kesiapan produksi sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Kepala Dinas Perkim Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti menyebut pengecekan dilakukan sehari sebelum penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ).
”Selasa (14/7) kemarin atau sebelum SPPBJ, kami bersama PPK, PPTK dan tim teknis ke Bekasi untuk memastikan dukungan jembatan bailey. Karena kegiatan ini berupa jembatan bailey dan pabrikasi,” ujarnya.
Rombongan mendatangi PT Rajawali Jaya Konstruksi (RJK) untuk memastikan spesifikasi jembatan sesuai kebutuhan proyek. Perkim juga meminta tambahan jaminan mutu agar kualitas konstruksi terjamin.
”Kami memastikan mereka sudah memiliki spesifikasi yang memenuhi syarat. Namun kami tetap mensyaratkan beberapa garansi tambahan dan mereka menyanggupi,” imbuhnya.
Baca Juga: 12 Ribu Hektare Sawah Sempat Terancam, Pemkab Jombang Ajukan Solusi Permanen ke BBWS Brantas
Hasil pengecekan menunjukkan produksi bisa segera dimulai karena pabrik baru saja menyelesaikan proyek lain. ”Ketika pemenang kontrak segera memberikan DP (down payment) ke sana, sekitar satu bulan pembuatan bailey sudah selesai,” jelas Dian.
Proyek Jembatan Bailey Kudubanjar bernilai Rp 2,6 miliar dengan masa pelaksanaan empat bulan. Namun Perkim optimistis bisa selesai lebih cepat. ”Kontraknya empat bulan. Insya Allah dari rencana empat bulan itu, paling tiga bulan sudah selesai,” katanya.
Tahapan administrasi proyek kini sudah memasuki penunjukan penyedia jasa. SPPBJ diterbitkan kepada CV Bumi Nata Konstruksi asal Jombang. Bersamaan dengan itu, Perkim bersama pemerintah desa melakukan pengecekan lokasi. Sebagaimana diketahui, proyek ini sempat tertunda pada 2025. Anggaran Rp 2,9 miliar gagal direalisasikan sehingga menjadi SiLPA. Proyek kemudian kembali diusulkan melalui APBD 2026. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto