270 Siswa Sekolah Rakyat Jombang Segera Masuk, Seragam Sudah Diukur Meski Gedung Belum Rampung

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 09:49 WIB
MASIH PROSES: Jajaran Kemensos meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono.
MASIH PROSES: Jajaran Kemensos meninjau pembangunan gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang di Desa Tunggorono.

 

JOMBANG – Tahun ajaran baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang dipastikan dimulai 31 Juli 2026. Penundaan ini mengikuti gelombang kedua sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemensos) RI setelah hasil verifikasi menunjukkan gedung permanen belum sepenuhnya siap digunakan.

Meski belum masuk, persiapan terus berjalan. Salah satunya pengukuran seragam bagi 270 siswa baru yang dilakukan tim pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). ”Untuk pengukuran baju sudah dilakukan kemarin sama tim pendamping PKH. Itu dilakukan ketika anaknya sudah fix, waktu penjangkauan ke rumah,” terang Kepala SRT 8 Jombang Andik Minarto.

Jumlah siswa baru tahun ini sebanyak 270 anak, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. ”Tinggal memulai saja sambil menunggu pembangunan gedung selesai,” katanya.

Dari sisi tenaga pendidik, 22 guru bantu dari Pemkab Jombang sudah disiapkan. Sembilan wali asrama juga telah ditugaskan, sementara tenaga kependidikan lain masih difinalisasi. ”Untuk guru totalnya 22, mulai SD, SMP, dan SMA. Kalau tenaga kependidikan masih perlu ditanyakan lebih detail karena saya belum menerima data finalnya,” jelas Andik.

Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Jombang Resmi Diundur, Ini Penyebabnya

Ia menegaskan, kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada kurikulum pendidikan nasional sehingga guru tidak memerlukan pelatihan khusus. ”Langsung menyesuaikan. Kurikulumnya sama,” tegasnya.

Koordinasi antara guru, tenaga pendukung, dan pengelola sekolah akan dilakukan menjelang masuknya siswa pada 31 Juli. ”Tentunya sebelumnya kita juga butuh koordinasi. Nanti pada 31 Juli bersama guru bantu dan tenaga-tenaga yang diperbantukan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 Jombang dipastikan mundur dari jadwal semula 14 Juli menjadi 31 Juli 2026.

Penundaan ini mengikuti gelombang kedua sesuai arahan Kementerian Sosial (Kemensos) RI setelah hasil verifikasi menunjukkan gedung permanen belum sepenuhnya siap digunakan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Jombang Siap Dibuka 13 Juli, 10 Guru dan 19 Tendik Sudah Disiapkan

 ”Masih ada tujuh gedung prioritas yang dikebut pengerjaannya dan belum sepenuhnya siap digunakan pada 14 Juli. Sesuai arahan Kemensos, pelaksanaan MPLS SRT 8 Jombang diikutkan pada tahap kedua, yaitu 31 Juli,” ujar Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi.

Keputusan penundaan diambil usai rapat verifikasi dan validasi kesiapan gedung permanen SRT 8 yang digelar Jumat (10/7). Rapat dihadiri Tim Transisi, PPK/Balai Prasarana Strategis Kementerian PUPR, perwakilan Kemensos, Dinsos Jatim, serta PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek.

Hasil verifikasi menunjukkan pembangunan gedung utama sesuai target, namun sejumlah fasilitas masih perlu penyempurnaan. Fokus pekerjaan meliputi toilet, sistem drainase, dan utilitas penunjang lain.

 “Penyelesaian pekerjaan tersebut penting untuk menjamin kenyamanan dan keamanan peserta didik saat mulai menempati sekolah,” pungkas Agung. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Dinas Sosial Jombang SRT 8 Jombang MPLS Sekolah Rakyat Jombang kemensos ri sekolah rakyat jombang