JOMBANG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jombang merespons aksi puluhan buruh PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) yang mendirikan tenda keprihatinan di depan kantor dinas. Disnaker memastikan proses mediasi antara pekerja dan perusahaan akan segera dilaksanakan setelah seluruh persyaratan administrasi dinyatakan lengkap.
Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang mengatakan, sejak awal pihaknya telah menangani persoalan PHK massal tersebut bersama Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur karena jumlah pekerja terdampak cukup besar.
"Penanganannya memang kita lakukan bersama dengan provinsi karena kasus ini menjadi atensi," katanya.
Menurut Nanang, salah satu tuntutan buruh adalah agar proses mediasi dilaksanakan di Kabupaten Jombang. Permintaan tersebut telah dikomunikasikan dengan Bidang Hubungan Industrial Disnaker Provinsi Jawa Timur.
"Tadi sudah kami dialogkan dengan provinsi. Selama berkasnya lengkap, mediasi bisa segera diproses," ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya proses mediasi belum dapat berjalan karena dokumen yang dibutuhkan belum diserahkan secara lengkap oleh para pihak.
"Kemarin memang berkasnya belum lengkap. Baru hari ini disampaikan sehingga bisa kami koordinasikan dengan provinsi," terangnya.
Baca Juga: Buruh Korban PHK PT SGS Dirikan Tenda di Depan Disnaker Jombang, Tuntut Solusi Konkret
Berdasarkan data Disnaker Jombang, jumlah pekerja PT SGS yang terdampak PHK saat ini mencapai 1.286 orang.
"Data yang kami terima sebanyak 1.286 pekerja," ungkap Nanang.
Ia menambahkan, setelah seluruh dokumen diterima, tahapan berikutnya adalah mempertemukan kedua belah pihak dalam forum mediasi. Dalam proses itu, baik perusahaan maupun perwakilan buruh akan menyampaikan argumentasi masing-masing untuk dicari jalan penyelesaiannya.
"Nanti dalam mediasi akan dipertemukan keterangan dari perusahaan maupun dari teman-teman buruh," katanya.
Terkait tudingan perusahaan merekrut tenaga outsourcing baru setelah melakukan PHK massal, Nanang mengaku belum menerima data rinci. Menurutnya, informasi yang diterima sementara menyebut perusahaan masih membutuhkan tenaga kerja untuk memenuhi pesanan produksi.
"Soal outsourcing itu belum kami terima secara detail. Informasi sementara karena perusahaan masih memiliki pesanan sehingga membutuhkan tenaga kerja," jelasnya.
Nanang juga menanggapi aksi pendirian tenda keprihatinan yang dilakukan buruh di depan Kantor Disnaker Jombang. Menurutnya, komunikasi dengan para buruh telah dilakukan agar penyelesaian persoalan tetap mengedepankan dialog.
"Tadi sudah ada dialog. Semangatnya tetap kebersamaan dan komunikasi dengan semua pihak," pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Anggi Fridianto