Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Bendung di Kesamben Jombang Ambruk, PUPR Ungkap Penyebab dan Nasib Perbaikannya

Achmad RW • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:16 WIB
Bendung di saluran Afvoer Budugkesambi, Dusun Delik, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, ambruk
Bendung di saluran Afvoer Budugkesambi, Dusun Delik, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, ambruk

 

JOMBANG - Bendung di saluran Afvoer Budugkesambi, Dusun Delik, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, ambruk sejak beberapa hari terakhir. Diduga, fondasi bangunan yang telah berusia lebih dari 30 tahun mengalami kerusakan. Hingga kini perbaikannya masih menunggu identifikasi dan ketersediaan anggaran.

Pantauan di lokasi hingga Kamis (16/7) siang menunjukkan kondisi bendung rusak parah. Pilar utama di tengah bendung roboh. Sejumlah besi penyangga di sisi kanan dan kiri juga patah sehingga bangunan tersebut tidak lagi dapat difungsikan.

”Sebenarnya sudah lama sekali bagian bawahnya kelihatan keropos, tapi tidak ada perbaikan, akhirnya sekitar hari Minggu lalu itu ambruk,” ujar Yanto, 43, warga setempat.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Jombang Sultoni membenarkan kerusakan tersebut. Berdasarkan laporan petugas lapangan, awalnya bangunan hanya mengalami kerusakan ringan sebelum akhirnya pilar utama roboh.

 ”Awalnya hanya dilaporkan mulai rusak. Kemudian beberapa hari lalu pilarnya ambruk, sehingga bangunan yang bertumpu pada pilar tersebut ikut roboh,” ujarnya.

Sultoni menjelaskan, bendung itu berada di saluran Afvoer Budugkesambi yang berfungsi sebagai bangunan suplesi untuk menambah pasokan air irigasi ketika debit di saluran utama berkurang. Karena saat ini saluran sedang tidak dialiri air, kerusakan tersebut belum berdampak besar terhadap kebutuhan irigasi.

”Kalau sekarang memang belum berdampak besar karena salurannya sedang kosong. Fungsi bendung itu hanya sebagai suplesi, membantu kekurangan air untuk daerah persawahan di wilayah Pojokrejo,” katanya.

Dia memperkirakan usia bendung telah melampaui tiga dekade. Dari model pintu air yang masih menggunakan konstruksi lama, bangunan tersebut diduga sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan belum pernah menjalani rehabilitasi besar.

Baca Juga: Ringankan Biaya Petani Poktan Bendungan Jombang Dapat Bantuan Mesin Rajang dari Anggaran DBHCHT 2024

 ”Usianya sudah lebih dari 30 tahun. Sepengetahuan saya juga belum pernah ada perbaikan di sana dalam waktu yang sangat lama,” ungkapnya.

Menurut Sultoni, kerusakan kemungkinan dipicu melemahnya fondasi bangunan. Kondisi itu tidak terlihat dari permukaan hingga akhirnya pilar penyangga ambruk dan menyeret konstruksi di sisi kanan maupun kiri bendung. ”Kemungkinan besar fondasinya yang mengalami kerusakan. Karena tidak terlihat dari luar, tiba-tiba pilarnya ambruk sehingga bangunan yang terhubung dengan pilar ikut runtuh,” jelasnya.

Meski demikian, Dinas PUPR belum bisa langsung melakukan perbaikan. Selain belum tersedia anggaran, pemerintah masih harus mengidentifikasi tingkat kerusakan secara rinci untuk menghitung kebutuhan biaya penanganan. ”Kami akan cek lebih detail dulu. Karena untuk menghitung kebutuhan anggaran perlu pendetailan kerusakan. Bisa saja nanti penanganannya cukup pada titik-titik yang rusak agar biayanya lebih ringan dan dapat direalisasikan lebih cepat,” terangnya. (riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Infrastruktur Jombang Irigasi Jombang kesamben jombang Bendung Jombang PUPR Jombang