Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Menteri LH Puji TPA Banjardowo Jombang, Pengelolaan Sampah Dinilai Sudah Jadi Contoh Nasional

Anggi Fridianto • Kamis, 16 Juli 2026 | 09:42 WIB
TINJAU: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat meninjau pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kecamatan Jombang, Rabu (15/7) siang
TINJAU: Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat meninjau pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kecamatan Jombang, Rabu (15/7) siang

 

JOMBANG – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo, Kecamatan Jombang, Rabu (15/7). Dalam kunjungan itu, ia mengapresiasi sistem pengelolaan sampah yang diterapkan Pemkab Jombang karena dinilai sudah memenuhi standar pengelolaan yang baik.

Kedatangan Jumhur disambut Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum. Ulum memaparkan alur pengelolaan sampah di TPA Banjardowo. Dari timbulan sampah sekitar 530 ton per hari di Jombang, sebanyak 180 ton masuk ke TPA dengan frekuensi 135 rit kendaraan.

Sampah yang masuk tidak langsung ditimbun, melainkan melalui proses penimbangan, pemilahan, pengomposan, hingga residu yang masuk landfill. ”Unit sorting berkapasitas 25 ton per hari, pengomposan dua ton per hari, dengan efisiensi pemilahan 8,1 persen atau sekitar 2,275 ton per hari. Residu hasil pemilahan mencapai 22,72 ton per hari, sedangkan total sampah yang masuk landfill sekitar 153 ton per hari,” terangnya.

Baca Juga: Timbunan Sampah di Jombang Capai 530 Ton per Hari, Area TPA Gedangkeret Milik Pemkab Penuh

Ulum menambahkan, TPA Banjardowo dibangun melalui bantuan Kementerian PUPR lewat Program Emission Reduction in Cities-Solid Waste Management (ERIC-SWM) dengan sistem sanitary landfill. ”TPA seluas 39 hektare ini dikelola UPT Pengelolaan Sampah DLH Jombang dan didukung 57 tenaga kerja. Selain itu, sebagian sampah telah diolah sejak dari sumber melalui 34 TPS 3R yang tersebar di masyarakat,” tandasnya.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo. Ia menilai pola pengelolaan di Jombang tidak hanya mengandalkan sistem angkut dan timbun, tetapi sudah menerapkan pemilahan sejak dari sumber. ”Secara manajemen pengelolaan sampah ini, Jombang sudah baik. Kebanyakan selama ini timbun, angkut, buang. Kalau di sini tidak,” ujarnya.

Meski demikian, ia mendorong agar pengelolaan terus dikembangkan dengan memperkuat konsep ekonomi sirkular. Menurutnya, pengolahan sampah harus mampu menciptakan nilai ekonomi agar tidak bergantung pada subsidi pemerintah. ”Tinggal sedikit intervensi supaya ekonomi sirkuler, ekonomi yang bisa muter,” katanya.

Selain bernilai ekonomi, sistem pengelolaan sampah juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja. Jumhur mencontohkan mantan pemulung yang kini bekerja di TPA Banjardowo. ”Itu yang disebut green job. Dari mulai orang memasukkan sampah, memilah, hingga mengolahnya, semua bagian dari green job. Dan kita sedang giat mendorong supaya green job ini meningkat,” tandasnya. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
TPA Banjardowo Jombang Pengelolaan Sampah Jombang berita jombang menteri lingkungan hidup DLH Jombang