Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Harga Telur Anjlok hingga Rp 18 Ribu, Pemerintah Tetapkan HAP Baru Rp 24 Ribu per Kilogram

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:02 WIB
TURUN: Pedagang telur di Pasar Pon menunjukkan telur yang siap jual
TURUN: Pedagang telur di Pasar Pon menunjukkan telur yang siap jual

 

JOMBANG – Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur ayam ras di tingkat peternak sebesar Rp 24 ribu per kilogram. Aturan ini berlaku efektif mulai 15 Juli 2026. Langkah ini diambil setelah harga telur sempat anjlok hingga Rp 18 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Disdagrin Jombang, Hikha Ratri Widyashanti, menegaskan pihaknya akan turun langsung menemui pengepul dan distributor. Tujuannya agar seluruh rantai perdagangan memahami dan mematuhi kebijakan baru tersebut. ”HAP ditetapkan sebagai acuan transaksi agar harga tidak jatuh di bawah biaya produksi. Peternak tetap bisa memperoleh keuntungan yang wajar,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan HAP Rp 26.500 per kilogram melalui Keputusan Menteri Pertanian. Kini dilakukan penyesuaian menjadi Rp 24 ribu per kilogram. ”Kami berharap kebijakan ini benar-benar dijalankan sehingga tidak ada lagi pembelian di bawah harga acuan,” tandasnya.

Baca Juga: Harga Telur di Jombang Terpuruk, Peternak Terancam Merugi karena Pakan Terus Naik

Peternak asal Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Eko Murdiyanto, menyambut baik langkah tersebut. Namun ia menekankan perlunya pengawasan ketat agar harga di lapangan tidak kembali jatuh. ”Untuk menutup biaya produksi sekaligus memperoleh keuntungan, harga ideal minimal Rp 25 ribu per kilogram,” katanya.

Menurut Eko, penurunan harga terjadi saat libur sekolah karena permintaan melemah. Stok telur menumpuk di kandang dan gudang pedagang, memaksa peternak menjual di bawah harga pokok produksi yang diperkirakan Rp 22.300 per kilogram.

Selain pengawasan, peternak berharap pemerintah ikut menekan biaya produksi, terutama harga pakan yang terus naik. Program SPHP jagung dan penyerapan telur langsung oleh Dapur MBG diharapkan bisa membantu. ”Kalau harga pakan lebih terjangkau dan telur diserap langsung dari peternak, kondisi akan lebih stabil,” pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Harga Telur Jombang telur ayam ras Jombang peternak telur Jombang HAP telur Jombang harga pangan Jombang