JOMBANG – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD Negeri (SDN) masih menyisakan 5.176 bangku kosong. Kepala sekolah diminta menyiapkan analisa terkait penyebabnya sebagai bahan perbaikan ke depan.
’’Evaluasi bakal kita lakukan setelah mengantongi analisa dari masing-masing kepala sekolah yang belum dapat memenuhi pagunya,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, kemarin.
Dinas belum dapat menyimpulkan faktor utama penyebab minimnya jumlah peserta didik baru. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil analisis yang dilakukan masing-masing kepala sekolah.
’’Belum ada analisa sementara karena kami juga masih menunggu hasil analisis dari kepala sekolah,’’ terangnya.
Hasil analisis tersebut nantinya akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pemerataan peserta didik maupun pengembangan layanan pendidikan dasar di Kabupaten Jombang.
Salah satu sekolah yang kembali mengalami minim penerimaan siswa baru adalah SDN Sumberaji 2, Kecamatan Kabuh. Tahun ini sekolah tersebut hanya memperoleh dua peserta didik baru.
Baca Juga: SPMB Jalur Prestasi Nilai Akademik Tuntas, 9 Bangku SMKN di Jombang Kosong, Simak Rinciannya
Penyebab utamanya karena memang tidak ada anak usia sekolah dasar di lingkungan sekitar sekolah.
’’Memang tidak ada lagi anak seusia masuk SD di dusun ini,’’ kata Kepala SDN Sumberaji 2, Wahyudi.
Kondisi tersebut bukan hal baru. Menurutnya, sekolah yang berada di dusun terpencil itu memang sejak lama memiliki jumlah siswa yang sangat sedikit.
’’Dari dulu SDN Sumberaji 2 minim siswa karena berada di dusun terpencil dengan jumlah penduduk yang sedikit,’’ ujarnya.
Saat ini, total siswa yang belajar di SDN Sumberaji 2 hanya berjumlah 10 orang dari kelas 1 hingga kelas 6.
(wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto