JOMBANG – Seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri di Kabupaten Jombang telah tuntas Minggu (5/7). Menyisakan 354 kursi dari 15 SMPN belum terisi. Pada tahap pemenuhan pagu untuk mengisi kursi kosong, hanya dua siswa yang mendaftar. Sekolah yang pagunya belum penuh boleh menerima siswa secara langsung hingga dimulainya ajaran baru Senin (13/7).
’’Meski sekolah dibolehkan membuka pendaftaran secara offline, tetap tidak ada pergerakan yang signifikan. Ini membuktikan, bukan karena sistemnya yang dianggap ribet, tetapi memang hampir seluruh lulusan SD sudah mendapatkan sekolah masing-masing,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono, kemarin.
Kondisi tersebut menunjukkan minimnya pendaftar bukan disebabkan oleh rumitnya sistem pendaftaran online.
Menurut Eko, jumlah lulusan SD di sejumlah wilayah memang relatif terbatas. Di sisi lain, tidak sedikit lulusan yang memilih melanjutkan pendidikan ke madrasah tsanawiyah (MTs), sekolah swasta, maupun sekolah di luar Kabupaten Jombang.
’’Jumlah lulusan memang pas-pasan. Prediksi awal banyak yang akan masuk SMPN, ternyata cukup banyak yang memilih MTs dan sekolah swasta. Misalnya di Kecamatan Kabuh, banyak siswa yang memilih bersekolah di SMPN 2 Ngimbang, Lamongan. Ini membuat jumlah calon peserta didik di SMPN semakin berkurang,’’ jelasnya.
Baca Juga: Tak Semua Penuh! Tiga SMKN di Jombang Masih Sisakan Kuota Setelah SPMB Berakhir
Pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mengubah mekanisme penerimaan peserta didik karena seluruh pelaksanaan SPMB mengacu pada regulasi nasional.
’’Kami tidak bisa berbuat banyak terkait sistem karena sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru,’’ bebernya.
Berdasarkan data Disdikbud Jombang, dari ratusan kursi kosong yang tersisa, hanya dua siswa yang mendaftar pada tahap pemenuhan pagu. Keduanya memilih SMPN 1 Megaluh. Namun, satu siswa yang dinyatakan diterima tidak melakukan daftar ulang sehingga hanya satu kursi yang akhirnya terisi.
Pihak sekolah telah berupaya menghubungi siswa yang tidak melakukan daftar ulang tersebut. ’’Sudah kami hubungi, tetapi tidak ada respons,’’ kata Kepala SMPN 1 Megaluh, Ahmad Su'ud.
Meski tahapan SPMB telah selesai, sekolah masih diperbolehkan menerima pendaftaran secara offline selama kuota masih tersedia.
’’Sesuai petunjuk dinas, masih bisa menerima pendaftaran offline jika memang masih ada kuota kosong,’’ katanya.
Saat ini, SMPN 1 Megaluh masih memiliki 38 kursi kosong, atau setara lebih dari satu rombongan belajar (rombel). Rendahnya jumlah pendaftar dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor.
’’Pertama, sistem pendaftaran yang membutuhkan kelengkapan administrasi tertentu. Kedua, jumlah lulusan di wilayah sekitar juga relatif sedikit,’’ ungkapnya.
Apabila pagu peserta didik baru tidak terpenuhi, sekolah akan melakukan penyesuaian jumlah rombongan belajar.
’’Kalau jumlah siswa tidak memenuhi pagu, ya kelasnya menyesuaikan dengan jumlah siswa yang ada,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto