JOMBANG - Pemkab Jombang mengakui masih ada sejumlah kendala dalam pengembangan Kawasan Industri Utara Brantas. Karena itu, dalam waktu dekat pemkab akan memanggil investor untuk mengklarifikasi berbagai persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Bambang Suntowo mengatakan, sejumlah persoalan tersebut terungkap saat pengecekan lapangan bersama Komisi B DPRD Jombang. ”Jadi saat melakukan pengecekan bersama Komisi B, ditemukan sejumlah kendala, dan akan kami tindak lanjuti,” terangnya, Jumat (3/7).
Menurut Bambang, salah satu persoalan yang paling menonjol adalah belum rampungnya proses tukar guling tanah. Terutama yang berkaitan dengan tanah kas desa (TKD) di salah satu desa terdampak kawasan industri. ”Jadi terkait itu dari Sekdakab Jombang akan melakukan klarifikasi nanti kepada PT Intiland khususnya, nanti juga akan ada pemanggilan untuk dilakukan audiensi bersama Komisi B,” ujarnya.
Selain persoalan lahan, pemkab juga akan menindaklanjuti kebutuhan infrastruktur pendukung kawasan industri. Salah satunya terkait tikungan di simpang empat Kabuh yang dinilai masih terlalu tajam. ”Khususnya untuk yang belokan yang dinilai masih terlalu tajam di simpang empat Kabuh, kita akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, karena jalannya kan punya pemprov,” katanya.
Baca Juga: Investasi Jombang Melejit di Awal 2026, Pemkab Siapkan Strategi Baru Gaet Investor
Sedangkan usulan pelebaran sejumlah jembatan menuju kawasan industri juga akan dibahas bersama instansi terkait. ”Yang jelas kita akan fasilitasi dan dibahas lagi nanti,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Jombang Warsubi memastikan dua pengembang besar, PT Intiland dan PT Jawafortis, akan terlibat dalam pembangunan Kawasan Industri Utara Brantas tahun ini. ”Insya Allah tahun ini, ada dua pengembang besar Intiland dan Jawafortis akan membangun di kawasan industri utara Brantas,” ucapnya saat peresmian kantor Komisariat REI Jombang-Mojokerto, Jumat (23/5).
Warsubi menyebut total lahan yang disiapkan mencapai 800 hektare, tersebar di Kecamatan Kabuh dan Ngusikan. ”Untuk pembangunannya di Kabuh dan Ngusikan, tapi pintunya nanti dari wilayah Kabuh, pasar Kabuh ke timur,” jelasnya.
Tahap awal pembangunan difokuskan pada penyiapan lahan dan pembuatan kavling industri. Kavling tersebut akan ditawarkan kepada investor maupun perusahaan yang masuk. ”Tahun ini sudah mulai pembangunan, pembuatan kavling. Tahun depan mulai penjualan kavlingnya,” pungkas Warsubi. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto