JOMBANG - Serangan hama wereng mulai menyerang di sejumlah lahan pertanian. Dinas Pertanian (Disperta) Jombang memastikan populasi hama tersebut sudah ditemukan, meski masih dalam jumlah rendah dan belum menyebabkan kerusakan luas.
Kepala Disperta Jombang M. Rony melalui Kabid Perlindungan, Pascapanen, dan Pemasaran Hasil Pertanian Akhmad Jani Masyhudi mengatakan, temuan itu diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, salah satunya di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang.
”Kemarin kami melakukan pengamatan di Desa Kedunglosari. Sudah ditemukan populasi, tetapi masih sedikit, satu rumpun sekitar tiga ekor. Masih bisa dikendalikan menggunakan pestisida nabati,” katanya.
Menurut dia, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi pemicu utama meningkatnya risiko serangan wereng. Perubahan suhu dari malam yang dingin ke siang yang panas mempercepat proses penetasan telur hama.
Karena itu, Disperta meminta petani meningkatkan intensitas pengamatan agar serangan tidak berkembang lebih luas. ”Kalau cuaca seperti ini yang rawan memang wereng. Cuacanya bediding, sementara siang panas. Ini mempercepat penetasan telur. Imbauan kami petani lebih rutin melakukan pengamatan. Jangan sampai sudah terserang baru melapor ke petugas,” ujarnya.
Selain pemantauan, Disperta juga telah mengirim surat kewaspadaan kepada seluruh petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan pemerintah desa. Wilayah yang selama ini tergolong rawan meliputi Kecamatan Bareng, Mojowarno, Bandarkedungmulyo, dan Perak. Namun, seiring meningkatnya intensitas tanam padi hingga tiga kali setahun akibat program optimalisasi lahan, potensi serangan kini mulai meluas ke daerah lain.
Baca Juga: Anomali Cuaca di Jombang Bikin Petani Resah, Hama Wereng Mulai Muncul
Faktor lain yang mempercepat perkembangan wereng adalah pola tanam tidak serempak, kondisi sawah yang terus tergenang, serta penggunaan pupuk urea berlebihan.
"Daerah yang klasik tetap Bareng, Mojowarno, Bandarkedungmulyo dan Perak. Tetapi sekarang daerah yang sebelumnya tidak termasuk rawan mulai berpotensi karena ada program oplah tanam padi tiga kali,” tuturnya.
Meski demikian, Disperta menegaskan kondisi serangan wereng di Jombang masih dalam tahap terkendali. Namun kewaspadaan ditingkatkan karena cuaca yang tidak stabil dinilai dapat memicu lonjakan populasi hama secara cepat.
”Secara umum masih terkendali. Hanya tingkat kewaspadaan yang harus ditingkatkan karena cuacanya anomali, kadang hujan kadang panas," ujarnya.
Sementara itu, petani di Desa Tinggar, Kecamatan Bandarkedungmulyo, mulai melakukan penyemprotan pestisida sebagai langkah pencegahan. Tohir, 60, mengaku sebagian lahan di sekitar sawahnya sudah terserang wereng hingga menyebabkan tanaman mengering. ”Punya saya belum kena. Tapi sawah tetangga sebelah selatan sudah kena. Kemarin sore langsung dipanen karena kondisinya sudah garing,” ujarnya. Ia kini rutin menyemprot tanaman dua kali dalam sepekan untuk mencegah penyebaran hama lebih luas. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto