Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

15 Ribu Petani Tembakau Jombang Terima Pupuk NPK, Tapi Jumlahnya Jauh dari Kebutuhan Ideal

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 2 Juli 2026 | 06:12 WIB
MERUGI: Petani tembakau di Dusun Sidokaton, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu menunjukkan tanaman yang mati Kamis (25/6) pagi.
MERUGI: Petani tembakau di Dusun Sidokaton, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu menunjukkan tanaman yang mati Kamis (25/6) pagi.

 

JOMBANG - Penyaluran bantuan pupuk NPK bagi petani tembakau di Kabupaten Jombang tuntas. Seluruh alokasi yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) telah disalurkan kepada sekitar 15 ribu petani. Meski begitu, jumlah pupuk yang diterima masih jauh di bawah kebutuhan ideal tanaman tembakau.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang M. Rony mengatakan, realisasi penyaluran bantuan pupuk NPK telah mencapai 100 persen. Bantuan tersebut diberikan kepada petani yang mengelola lahan tembakau seluas 5.857 hektare di tujuh kecamatan sentra tembakau.

 ”Penyalurannya sudah tuntas 100 persen. Total luas lahan yang mendapatkan bantuan mencapai 5.857 hektare dengan jumlah penerima sekitar 15 ribu petani dari tujuh kecamatan," ujarnya.

Menurut Rony, kebutuhan pupuk NPK untuk tanaman tembakau berdasarkan rekomendasi budidaya mencapai sekitar 250 kilogram per hektare. Namun, karena keterbatasan anggaran dan agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak petani, alokasi yang diberikan hanya sekitar 40 kilogram per hektare. ”Kalau mengikuti dosis anjuran, kebutuhan pupuk NPK untuk tembakau sekitar 250 kilogram per hektare. Tetapi karena anggaran harus dibagi secara merata, petani menerima sekitar 40 kilogram per hektare,” jelasnya.

Meski belum memenuhi kebutuhan tanaman, bantuan tersebut dinilai tetap penting sebagai stimulan, terutama pada fase awal pertumbuhan tembakau. ”Bantuan ini memang sifatnya stimulan, bukan untuk memenuhi seluruh kebutuhan pupuk. Harapannya petani dapat menambah kebutuhan pupuk secara mandiri sehingga pertumbuhan tanaman tetap optimal dan produktivitasnya terjaga," katanya.

Memasuki musim tanam tembakau, bantuan pupuk tersebut diharapkan mampu mengurangi beban biaya produksi di tengah tingginya harga pupuk sekaligus menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen tembakau Jombang. ”Jumlahnya memang belum ideal, tetapi setidaknya bantuan ini menjadi suntikan awal bagi ribuan petani tembakau untuk menjaga produktivitas lahannya di tengah biaya usaha tani yang terus meningkat," pungkasnya. (yan/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#DBHCHT Jombang #Tembakau Jombang #Pupuk NPK #petani tembakau #Dinas Pertanian Jombang