JOMBANG – Realisasi investasi di Kabupaten Jombang pada triwulan I 2026 mencapai Rp 896 miliar. Capaian itu melampaui target berkala yang ditetapkan sebesar Rp 640 miliar. Hasil tersebut menjadi modal positif bagi Pemkab Jombang untuk mengejar target investasi tahunan sebesar Rp 2,56 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, realisasi investasi pada awal tahun menunjukkan tren yang menggembirakan.
”Kami sangat optimistis mampu mencapai target Rp 2,56 triliun yang ditetapkan oleh Provinsi. Catatan pada Triwulan I kemarin menunjukkan realisasi kita surplus hingga 10 persen dari target berkala. Dari target TW I sebesar Rp 640 miliar, kita berhasil menembus angka Rp 896 miliar,” ujar Bayu.
Untuk menjaga tren tersebut, DPMPTSP menyiapkan sejumlah strategi percepatan investasi. Di antaranya memperluas promosi potensi investasi Jombang dan memetakan sektor-sektor yang siap ditawarkan kepada calon investor.
Baca Juga: Pemkab Jombang Dukung Percepatan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi, Ini Buktinya
”Selain itu, pendampingan dan pengawalan perizinan juga terus diperkuat agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat,” imbuhnya.
DPMPTSP juga berkoordinasi dengan DPMPTSP Provinsi Jawa Timur untuk melakukan validasi dan konsolidasi kebijakan lahan baku sawah pada sejumlah proyek investasi strategis di Jombang, di antaranya proyek PT Java Fortis Corporindo dan PT Intiland Development Tbk.
Koordinasi tersebut dilanjutkan dengan verifikasi lapangan di lokasi proyek kedua perusahaan. Langkah itu dilakukan untuk melihat kesiapan lahan sekaligus menyusun strategi percepatan pengembangan investasi di Kabupaten Jombang.
”Melalui kegiatan ini diharapkan proyek-proyek investasi di Kabupaten Jombang semakin siap dipromosikan kepada calon investor serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan realisasi investasi dan pembangunan ekonomi daerah,” pungkas Bayu. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto