Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

DPRD Jombang Desak Penertiban Pedagang di Luar Pasar Ploso, Khawatir Pasar Sepi

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 30 Juni 2026 | 05:57 WIB
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mulai menyiapkan langkah tegas terhadap lapak Pasar Ploso yang tidak ditempati pedagang
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang mulai menyiapkan langkah tegas terhadap lapak Pasar Ploso yang tidak ditempati pedagang

 

JOMBANG – Komisi B DPRD Jombang mendesak Pemkab Jombang segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan pedagang yang masih berjualan di luar area Pasar Ploso. Aktivitas jual beli di bahu jalan maupun depan pasar dinilai dapat mengganggu upaya penataan pasar yang dilakukan pemerintah.

Ketua Komisi B DPRD Jombang Anas Burhani mengatakan, persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, pemerintah daerah melalui dinas terkait harus segera melakukan penertiban sekaligus mencari solusi yang tepat agar seluruh aktivitas perdagangan dapat terpusat di dalam pasar.

”Harus segera ada tindakan dari dinas terkait. Kalau pedagang di depan pasar terus dibiarkan berjualan, pedagang yang sudah berada di dalam bisa enggan menempati kembali kiosnya,” ujarnya.

dpBaca Juga: Masih Mangkrak, DPRD Dukung Pemkab Jombang Tarik Investor Masuk ke Pasar Ngrawan

Anas menilai kondisi tersebut dapat mengancam keberlangsungan Pasar Ploso yang baru saja mendapatkan penataan. Jika tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin pasar akan kembali kehilangan daya tarik dan ditinggalkan pedagang maupun pembeli.

”Jangan sampai Pasar Ploso mengalami nasib yang sama seperti Pasar Perak dan Pasar Pon. Kalau aktivitas jual beli lebih ramai di luar daripada di dalam pasar, tentu keberadaan pasar menjadi kurang optimal,” katanya.

Politisi PKB itu menegaskan, pemerintah harus memiliki langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Tidak hanya melakukan penertiban sesaat, tetapi juga memastikan adanya solusi jangka panjang yang bisa diterima seluruh pihak.

”Kami berharap ada langkah nyata. Jangan sampai masalah ini terus berlarut-larut tanpa penyelesaian. Pemerintah harus hadir mencari solusi terbaik agar pasar bisa berjalan sesuai fungsinya,” tegasnya.

Menurut Anas, keberhasilan revitalisasi maupun penataan pasar tidak hanya diukur dari kondisi bangunan yang lebih baik, tetapi juga dari tingkat keterisian kios serta aktivitas perdagangan yang berlangsung di dalam pasar.

”Karena itu, sinergi antara pemerintah, pengelola pasar, dan para pedagang sangat dibutuhkan agar Pasar Ploso dapat berkembang dan menjadi pusat perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (yan/fid)

Editor : Anggi Fridianto
#Penataan Pasar Jombang #pedagang pasar #pasar ploso #dprd jombang #Pemkab Jombang