Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pertalite dan Solar Masih Langka di Jombang, Warga Terpaksa Keliling Cari SPBU

Ainul Hafidz • Senin, 29 Juni 2026 | 07:03 WIB
KOSONG: BBM subsidi Pertalite dan Solar di SPBU Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo yang habis, Sabtu (27/6) malam.
KOSONG: BBM subsidi Pertalite dan Solar di SPBU Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo yang habis, Sabtu (27/6) malam.

 

JOMBANG – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Jombang masih berlanjut. Hingga Minggu (28/6) siang, sejumlah SPBU masih kehabisan stok Pertalite maupun Solar. Kondisi itu membuat warga terpaksa mencari SPBU lain. Sementara pengelola SPBU mengeluhkan pasokan yang belum normal.

Pantauan di SPBU di Kecamatan Bandarkedungmulyo, pada Sabtu (27/6) sekitar pukul 22.30 WIB, sebuah banner bertuliskan: Maaf Pertalite dan Solar Habis terpasang di area pengisian BBM. Pengendara yang hendak mengisi bahan bakar pun harus memutar balik karena stok dua jenis BBM bersubsidi tersebut kosong.

Hadi, warga Desa/Kecamatan Bandarkedungmulyo, mengaku kecewa lantaran tidak bisa mengisi Pertalite di SPBU yang berada dekat rumahnya. ”Maunya isi Pertalite, ternyata di sini juga kosong,” katanya.

Ia mengaku sengaja datang ke SPBU itu karena lokasinya paling dekat dengan tempat tinggalnya. Namun karena stok habis, ia memilih mencari SPBU lain yang masih memiliki persediaan BBM. ”Terpaksa harus nyisir ke SPBU lain yang mungkin masih punya stok,” ujarnya.

Kondisi berbeda di SPBU 54.614.27 Desa/Kecamatan Perak. Petugas SPBU Andrianus Wibisono, mengatakan stok Pertalite di tempatnya sudah kembali tersedia, tetapi kini giliran solar yang habis.

”Hari ini (kemarin) Pertalite sudah datang. Sekarang gantian Solar yang kosong. Pengirimannya juga tidak tentu,” ujarnya, Minggu (28/6).

Di SPBU itu memperoleh jatah penebusan Solar sebanyak 15 kali dalam satu bulan. Jika seluruh kuota penebusan sudah digunakan pada paruh pertama bulan, maka stok berpotensi kosong hingga jadwal penebusan berikutnya.

 ”Biasanya kami melakukan penebusan dua hari sekali. Kalau jatah sudah habis lebih dulu, sisanya bisa kosong sampai ada kesempatan penebusan lagi,” tuturnya.

Stok Solar di SPBU itu habis sejak Sabtu (27/6) dan diperkirakan baru kembali dikirim pada Selasa (30/6) besok. Dalam sekali pengiriman, SPBU biasanya menerima sekitar 8 ton Solar.

Baca Juga: BBM Bersubsidi Masih Langka, Pemkab Jombang Segera Panggil Pertamina

Selain keterlambatan pasokan, pihak SPBU juga menerapkan pembatasan solar kepada konsumen. ”Sekarang dibatasi satu ton per sif. Kami juga tidak enak dengan pelanggan yang mengantre. Mereka mengira kami tidak mau melayani, padahal memang ada pembatasan,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan petugas SPBU 54.614.10 Kecamatan Perak, Marcela Windi Oktivasi. Ia mengatakan pasokan Solar mulai datang sejak Sabtu (27/6), begitu pula Pertalite.

Namun jumlah Solar yang diterima masih belum sesuai dengan kebutuhan. ”Kami memesan 16 ton, tetapi yang baru datang 8 ton. Masih kurang 8 ton lagi,” ujarnya.

Menurut Marcela, keterlambatan distribusi dipicu banyaknya delivery order (DO) yang harus dipenuhi. Selain itu, truk tangki tidak hanya melayani satu SPBU, melainkan mengirim BBM ke beberapa SPBU dalam satu perjalanan sehingga distribusi membutuhkan waktu lebih lama.

”DO sedang menumpuk. Sopir juga mengirim ke beberapa SPBU, jadi tidak langsung selesai di satu lokasi,” katanya. 

Sementara itu, di SPBU Ceweng, Kecamatan Diwek antrean kendaraan truk terlihat mengular hingga meluber ke jalur provinsi demi mendapatkan BBM Bio Solar. Namun, pada Minggu (28/6) siang, stok BBM jenis Bio Solar sudah kosong. Kondisi ini sontak dikeluhkan para sopir. ”Sudah muter-muter cari solar tidak dapat. Kalau seperti ini terus gimana bisa cari makan,” keluh Totok, sopir truk asal Kecamatan Diwek. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#SPBU Jombang #Pertalite Langka #BBM Jombang #Jombang #Solar Langka