JOMBANG – RSUD Jombang terus memperkuat layanan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Salah satu isu yang menjadi perhatian, pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah derasnya arus digitalisasi yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan.
Psikolog RSUD Jombang, CH Widayanti SPsi MSi M.Psi, menjelaskan, perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru bagi kesehatan mental. Paparan informasi yang datang tanpa henti membuat otak bekerja lebih keras sehingga berpotensi memicu kelelahan psikologis.
Gejala awal yang sering tidak disadari masyarakat antara lain, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan menurunnya fokus saat beraktivitas.
’’Otak manusia sebenarnya tidak dirancang menerima stimulasi informasi secara terus-menerus dalam waktu bersamaan. Ketika dipaksa menerima semua itu sekaligus, otak akan mengalami kelelahan,’’ terangnya.
Derasnya pemberitaan negatif di media sosial, hingga tuntutan untuk selalu mengikuti perkembangan informasi menjadi faktor yang dapat meningkatkan tekanan psikologis.
’’Ada lima penyebab utama munculnya kecemasan di era digital,’’ ucapnya. Pertama, overload informasi akibat banjir notifikasi dan konten yang terus bermunculan. Kedua, kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial.
Ketiga, kebutuhan memperoleh validasi melalui jumlah tanda suka, komentar, maupun jumlah penonton di media sosial. Keempat, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut tertinggal tren. Kelima, semakin kaburnya batas antara waktu bekerja, beristirahat, dan hiburan karena penggunaan gawai yang berlebihan.
Baca Juga: Listrik Sering Padam, RSUD Jombang Siagakan Tiga Genset untuk Jaga Layanan Pasien
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tanda-tanda kecemasan digital. Seperti sulit melepaskan diri dari telepon genggam, overthinking, insomnia, mudah lelah, hingga kebiasaan terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
’’Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi burnout, gangguan tidur, kecemasan berat, bahkan depresi,’’ terangnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan membatasi penggunaan gawai. Mengatur waktu mengakses media sosial. Serta memberi kesempatan otak beristirahat dari paparan layar digital setiap hari.
’’Edukasi kesehatan mental merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP.
Pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit fisik. Tetapi juga mencakup kesehatan mental yang kini menjadi kebutuhan penting di era digital.
RSUD Jombang berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin komprehensif, termasuk layanan kesehatan jiwa dan edukasi kepada masyarakat. ’’Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan ketika sakit, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai upaya pencegahan agar kualitas hidup tetap terjaga,’’ terangnya.
RSUD Jombang akan terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan sumber daya manusia. Pengembangan layanan kesehatan. Serta edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang profesional, humanis, dan mudah diakses. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto