JOMBANG - itu, kelangkaan BBM subsidi jenis Bio Solar semakin terasa di Jombang. Sejumlah SPBU kosong, sementara di SPBU yang masih memiliki stok, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter. Sopir truk dan pikap harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar.
Pantauan Jumat (26/6) pagi, SPBU Tambakberas dan Mojongapit kosong. Salah-satu SPBU di wilayah kota yang masih melayani Bio Solar adalah SPBU Sambongdukuh. Akibatnya, antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 200 meter, melampaui simpang empat Sambongdukuh. Polisi bahkan harus turun tangan mengatur lalu lintas.
Saputra, 42, sopir truk, mengaku sejak Kamis malam belum berhasil mendapatkan solar. ”Dari semalam cari solar, semuanya kosong,” ujarnya.
Ia sempat mendatangi SPBU Mojongapit, Jelakombo, hingga SPBU Tunggorono, namun seluruhnya kehabisan stok. ”Saya sudah antre sekitar satu setengah jam baru masuk SPBU,” katanya. Solar itu akan digunakan untuk mengangkut muatan ke Jawa Tengah. ”Mau tidak mau ya harus nunggu,” ucapnya.
Baca Juga: Waduh! Pertalite Langka di Jombang, Antrean Mengular di SPBU Sejak Pagi
Hal serupa dialami Fatik, 55, sopir pikap. Ia mengaku sudah sepekan terakhir kesulitan mendapatkan solar. ”Tahu di sini ada, langsung saya antre,” katanya. Bahkan sebelumnya ia harus mencari hingga ke Balongbendo, Sidoarjo. ”Harapan kami jangan sampai distribusinya telat lagi,” ujarnya.
Pengawas SPBU Sambongdukuh, Adam Astrayuda, menjelaskan keterlambatan pasokan dipengaruhi kuota pengiriman yang terbatas dan distribusi dari depo yang datang menjelang akhir bulan. ”Kuota kami tetap, satu bulan 16 DO dan setiap DO berisi 8.000 liter,” jelasnya.
Menurut Adam, kondisi serupa juga terjadi di SPBU lain. ”Kemungkinan hari ini habis lagi, pasokan berikutnya sekitar dua hari lagi dan itu DO terakhir bulan ini,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto