JOMBANG - Penjaringan calon peserta didik baru Program Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 8 di Kabupaten Jombang resmi rampung. Kuota tahun ajaran 2026/2027 terisi penuh, dengan total 270 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang, Agung Hariadi, menegaskan bahwa setiap jenjang telah memenuhi kuota 90 siswa. “Untuk SD, SMP, dan SMA masing-masing sudah terpenuhi 90 siswa. Selain itu kami juga menyiapkan cadangan 10 persen dari pagu, atau sembilan siswa di setiap jenjang,” ujarnya, Selasa (23/6).
Proses penjaringan tidak berlangsung mudah. Tim gabungan dari Dinsos, Dinas Pendidikan, BPS, pendamping PKH, hingga TKSK harus turun langsung ke lapangan. Langkah jemput bola dilakukan hingga pelosok desa, terutama setelah sempat terjadi kekurangan sekitar 20 siswa di jenjang SD. Berkat verifikasi dan pendataan langsung, seluruh kuota akhirnya terpenuhi.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jombang Ditarget Beroperasi 14 Juli 2026, Pemkab Bentuk Tim Transisi
Program Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan. Sasaran utamanya meliputi anak putus sekolah, anak berisiko putus sekolah, anak terlantar, serta keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Agung menekankan pentingnya validasi lapangan agar program tepat sasaran. “Sesuai arahan Bupati, kami turun langsung untuk memastikan kondisi sosial ekonomi calon siswa. Data yang ada kami verifikasi dengan fakta di lapangan agar bantuan pendidikan ini diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jombang terus dimatangkan. Kementerian Sosial meminta Pemkab segera membentuk tim transisi untuk mengawal perpindahan siswa dan aset dari SKB Mojoagung ke gedung baru di Desa Tunggorono.
Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyebut, arahan itu disampaikan dalam rakor bersama Kemensos pada 17 Juni lalu. “Pemkab diminta segera membentuk tim transisi sebelum tahun ajaran baru. Tim ini penting untuk mengawal proses perpindahan siswa dan aset agar memiliki dasar hukum yang jelas,” ujarnya.
SR Jombang masuk dalam 178 sekolah yang ditarget aktif pada tahun ajaran 2026/2027. Tahapan persiapan sudah dijadwalkan, mulai pembagian rapor siswa pada 20 Juni, penetapan siswa baru 23–30 Juni, hingga sosialisasi ke masyarakat 26 Juni–2 Juli. Pengecekan gedung berlangsung 1–5 Juli, disusul mobilisasi guru dan tenaga kependidikan 5–10 Juli. ”Seluruh tahapan tersebut ditarget rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 14 Juli mendatang,” pungkas Agus. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto