JOMBANG – Gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jombang terus bertambah. Dalam rentang 1 Juli hingga 1 September 2026, sebanyak 100 ASN dipastikan memasuki masa purnatugas. Di saat bersamaan, usulan rekrutmen 360 calon ASN (CASN) yang diajukan ke KemenPAN-RB hingga kini belum juga mendapat kepastian.
Mayoritas ASN yang pensiun berasal dari sektor pendidikan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat kebutuhan tenaga guru masih tinggi. Sebagai bentuk penghormatan, Pemkab Jombang menyerahkan secara simbolis surat keputusan (SK) purnatugas kepada para calon pensiunan, Senin (22/6).
Penyerahan dilakukan Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid di Ruang Bung Tomo, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang. ”Pensiun adalah proses regenerasi yang wajar untuk menjaga keberlanjutan organisasi pemerintahan. Namun pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti setelah memasuki masa purnatugas,” kata Wabup Salman.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pemkab Jombang Cairkan Gaji Ke-13 untuk 12 Ribu ASN, Segini Nominalnya
Ia juga mengapresiasi dedikasi para ASN dan meminta mereka tetap menjalankan tugas secara profesional hingga masa dinas berakhir sesuai terhitung mulai tanggal (TMT) masing-masing. Beberapa perwakilan penerima SK di antaranya Camat Sumobito Heru Cahyono dan Perawat Madya RSUD Jombang Sri Endah Wahyuningsih.
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jombang Anwar mengatakan, jumlah ASN yang memasuki masa pensiun pada periode tersebut mencapai 100 orang. Rinciannya, 35 orang pensiun per 1 Juli 2026, 34 orang per 1 Agustus 2026, dan 31 orang per 1 September 2026. ”Pertimbangan teknis (Pertek) dari BKN sudah diterima oleh BKPSDM sejak bulan Mei lalu, sehingga proses penetapan SK pensiun oleh Bupati Jombang bisa langsung dirampungkan dengan cepat,” jelas Anwar.
Menurut dia, berkurangnya jumlah ASN akibat pensiun menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, khususnya pada sektor yang selama ini masih bergantung pada ketersediaan sumber daya manusia dalam jumlah besar seperti pendidikan. Dari jumlah 100 orang ASN yang akan pensiun paling banyak dari sektor pendidikan (guru). ”Ya mayoritas guru,” jelas dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, usulan 360 formasi calon aparatur sipil negara (CASN) 2026 yang diajukan Pemkab Jombang hingga kini masih menggantung di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Padahal, pengajuan tersebut sudah dikirim sejak Mei lalu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, hingga saat ini belum ada jawaban resmi dari pemerintah pusat terkait usulan tersebut. ”Usulan sudah kami sampaikan pada Mei lalu. Sampai sekarang kami masih menunggu jawaban dari KemenPAN-RB,” katanya, Minggu, (21/6).
Total 360 formasi yang diajukan itu mencakup kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Jumlahnya disusun berdasarkan kebutuhan riil di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Meski belum ada kepastian, Pemkab Jombang tetap bersiap. Anggaran untuk mendukung proses rekrutmen CASN 2026 sudah dialokasikan dalam APBD. ”Anggarannya sudah kami siapkan untuk mendukung rekrutmen CASN,” ujarnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto