Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemadaman Listrik Bergilir di Jombang Ancam UMKM, Produksi Ternak Itik Terancam Turun

Ainul Hafidz • Selasa, 23 Juni 2026 | 07:47 WIB

PRODUKSI TURUN: Mujiono menunjukkan telur yang gagal menetas.
PRODUKSI TURUN: Mujiono menunjukkan telur yang gagal menetas.

 

JOMBANG - Pemadaman listrik bergilir mulai memukul pelaku UMKM. Salah satunya usaha peternakan itik milik Mujiono, 56, warga Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang. Pasokan listrik yang tak stabil mengancam produksi telur tetas hingga ternak pedaging.

”Yang pasti pemadaman listrik ini ada dampaknya. Kalau ada pemberitahuan sebelumnya masih bisa diantisipasi dengan menyiapkan genset. Tapi kalau mendadak, dampaknya bisa ke pengurangan produksi,” katanya.

Dalam sepekan terakhir, Mujiono mencatat di wilayahnya dua kali terjadi pemadaman listrik. Salah satunya terjadi Jumat (19/6), sejak siang hingga malam hari dan baru menyala sekitar pukul 20.30 WIB. ”Dalam seminggu kemarin ingat saya dua kali pemadaman. Terakhir Jumat (19/6) kemarin,” terangnya.

Bagi Mujiono, listrik menjadi penopang utama usaha yang dijalankannya bersama kelompok peternak. Mulai proses penetasan telur, pemeliharaan indukan, hingga pembesaran ternak pedaging, seluruhnya bergantung pada pasokan listrik stabil. ”Seluruhnya membutuhkan pasokan listrik yang stabil,” terangnya.

Dampak paling terasa terjadi pada proses penetasan. Suhu dalam mesin tetas harus terjaga, terutama saat malam hari. Pemadaman listrik yang berlangsung lama membuat suhu turun dan menurunkan tingkat keberhasilan menetas. ”Kalau terlalu lama padamnya, produksi bisa turun. Biasanya tingkat keberhasilan menetas sekitar 80 persen, bisa turun menjadi 60 persen,” imbuhnya.

Baca Juga: Usai Listrik Padam Bergilir di Jawa, Bos PLN Dipanggil Prabowo ke Istana, Ini Hasilnya

Tak hanya itu, ternak itik juga mudah stres saat lampu mati mendadak, khususnya di malam hari. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas dan membutuhkan waktu pemulihan cukup lama. ”Biasanya kalau ternak stres karena listrik mati mendadak, perlu waktu sampai satu minggu untuk kembali normal,” ungkapnya.

Beruntung, saat terjadi pemadaman, ia segera mengoperasikan genset untuk menjaga suhu mesin tetas. Jika tidak, potensi kerugian bisa jauh lebih besar. ”Penetasan itu membutuhkan panas dari lampu listrik. Kemarin kami pakai genset supaya tidak gagal menetas. Kalau tidak segera diantisipasi, dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Dalam kondisi normal, usahanya mampu menghasilkan 250 hingga 300 ekor itik setiap kali penetasan, dengan frekuensi panen dua kali dalam sepekan. Karena itu, ia berharap pasokan listrik kembali stabil. Jika pemadaman tak bisa dihindari, pemberitahuan lebih awal dinilai penting agar pelaku usaha bisa bersiap. ”Kalau memang ada pemadaman, minimal diumumkan dua hari sebelumnya. Jadi kami bisa menyiapkan langkah antisipasi sejak awal, tidak mendadak,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, pelaku usaha peternakan juga menghadapi tekanan lain. Harga pakan naik, sementara harga ternak pedaging justru turun sejak Ramadan. ”Jangan sampai semakin terpuruk. Kemarin harga pedaging sempat hancur. Banyak peternak pedaging untuk konsumsi yang gulung tikar,” katanya.

Sebelumnya, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang Irham Maulana menjelaskan, pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai.

PLN mengumumkan manajemen beban terbatas dilakukan pada Jumat (19/6) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di sejumlah wilayah, di antaranya Dusun Karangkletak, Dusun Cangkringrandu, Desa Jabon sebagian, Desa Diwek, Desa Kwaron, Desa Cukir, Desa Jatirejo, Desa Kayangan, Desa Puton, serta sejumlah kawasan permukiman, industri, fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan pondok pesantren di sekitarnya.

Selain itu, PLN juga melakukan manajemen beban tahap berikutnya mulai pukul 09.35 hingga 13.00 WIB yang mencakup wilayah Desa Balonggemek, Desa Tembelang, Desa Pesantren, Desa Tampingmojo, Desa Mojokrapak, Desa Tambakrejo, Desa Candimulyo, serta sejumlah kawasan perumahan, industri, dan fasilitas layanan publik lainnya. ”Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan,” jelas Irham dalam keterangan resminya. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#pemadaman listrik Jombang #peternak itik Jombang #listrik padam bergilir Jombang #UMKM Jombang #PLN Jombang