JOMBANG – Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang, Jumat (19/6). Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena berlangsung selama berjam-jam dan kerap tanpa pemberitahuan sebelumnya.
PLN menyebut pemadaman dilakukan guna manajemen beban akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik.
Salah satu keluhan disampaikan Saiful, 45, warga Desa Kwaron, Kecamatan Diwek. Menurut dia, listrik di wilayahnya padam sejak pagi dan hingga siang belum kembali menyala.
”Padam sejak pagi sekitar pukul 09.00 sampai sekarang belum menyala. Orang-orang juga mengeluhkan karena tidak ada pemberitahuan. Sepertinya pemadaman ini merata,” ujarnya.
Keluhan juga dating dari warga Dusun/Desa Diwek, Kecamatan Diwek. Ia mengaku kaget lantaran aliran listrik di lingkungan tempat tinggalnya padam semua. ”Sekitar pukul 09.00 tadi padam. Saya pikir di rumah saya saja, ternyata di lingkungan sini semua padam,” bebernya.
Tidak hanya itu, bersamaan dengan pemadaman listrik, jaringan internet di wilayah Diwek tiba-tiba lelet. ”Entah ada keterkaitannya atau tidak, yang jelas habis listrik mati, internet juga lelet berjam-jam,” bebernya.
Bahkan saat lewat di Jalan Raya Diwek, ia mendapati traffic Light juga mati alias tidak berfungsi. ”Jadi kendaraan semrawut, karena traffic light tidak berfungsi,” bebernya. Setelah menunggu berjam-jam, sekitar pukul 14.00, aliran listrik kembali normal. ”Sekitar pukul 14.00 baru nyala,” bebernya.
Keluhan serupa disampaikan Afandi, 34, warga Desa Diwek, Kecamatan Diwek. Ia mengatakan pemadaman telah terjadi di beberapa wilayah dalam dua hari terakhir. ”Kemarin di Desa Mejoyolosari listrik padam sekitar pukul 16.00 sampai 18.30. Sekarang di Desa Diwek padam sejak pukul 09.00 dan sampai sekarang belum menyala,” katanya.
Tak hanya warga, pemerintah desa juga menyampaikan keluhan yang sama. Pemdes Tunggorono menyebut pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir semakin sering terjadi tanpa informasi yang jelas kepada masyarakat.
“Beberapa hari terakhir memang sering terjadi pemadaman. Hari ini warga Dusun Karangkletak juga mengeluhkan listrik padam. Hari Selasa kemarin juga terjadi pemadaman,” ungkap Kepala Desa Tunggorono, Didik Dwi Mulyawan.
Dikonfirmasi terpisah, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang Irham Maulana menjelaskan, pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai.
PLN mengumumkan manajemen beban terbatas dilakukan pada Jumat (19/6) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di sejumlah wilayah, di antaranya Dusun Karangkletak, Dusun Cangkringrandu, Desa Jabon sebagian, Desa Diwek, Desa Kwaron, Desa Cukir, Desa Jatirejo, Desa Kayangan, Desa Puton, serta sejumlah kawasan permukiman, industri, fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan pondok pesantren di sekitarnya.
Baca Juga: PLN Jombang Lakukan Pemadaman Listrik 11 April 2026 Selama 7 Jam, Dua Kecamatan Ini Terdampak
Selain itu, PLN juga melakukan manajemen beban tahap berikutnya mulai pukul 09.35 hingga 13.00 WIB yang mencakup wilayah Desa Balonggemek, Desa Tembelang, Desa Pesantren, Desa Tampingmojo, Desa Mojokrapak, Desa Tambakrejo, Desa Candimulyo, serta sejumlah kawasan perumahan, industri, dan fasilitas layanan publik lainnya. ”Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan,” jelas Irham dalam keterangan resminya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto